Bantuan Upah Rp1,8 Juta Meluncur untuk Guru Honorer

    Eko Nordiansyah - 17 November 2020 15:58 WIB
    Bantuan Upah Rp1,8 Juta Meluncur untuk Guru Honorer
    Ilustrasi guru honorer - - Foto: MI/ Gino Hadi
    Jakarta: Pemerintah menyalurkan bantuan subsidi upah untuk guru honorer dan tenaga pendidikan non-Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka akan menerima bantuan senilai Rp1,8 juta selama tiga bulan yang disalurkan melalui mekanisme sekali transfer.

    "Total bantuan tadi Rp600 ribu dikali tiga bulan, ditransfer langsung ke account masing-masing," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video conference di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

    Menurut Sri Mulyani bantuan upah ini sama seperti bantuan bagi para pekerja yang terdaftar sebagai anggota BPJamsostek. Ia berharap stimulus tersebut dapat meringankan beban para guru honorer maupun tenaga pendidikan non-PNS lainnya.

    "Maka kita melihat untuk guru-guru honorer atau tenaga pendidikan yang bukan guru seperti pustakawan dan lain-lain pendapatannya banyak yang Rp1,6 juta atau di bawah Rp5 juta atau sampai dengan Rp5 juta. Maka dilakukan alokasi bantuan, seperti saat pemerintah memberikan bantuan upah atau gaji ke mereka yang pendapatannya di bawah Rp5 juta," jelas dia.

    Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan bantuan akan diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS. Mulai dari dosen, guru, guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, hingga pendidik PAUD.

    Selain itu, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi di semua sekolah dan perguruan tinggi negeri atau swasta di lingkungan Kemendikbud juga akan mendapatkan bantuan upah.

    Ia menambahkan total ada 2,03 juta orang yang akan mendapatkan bantuan upah, yang terdiri dari 162,2 ribu dosen PTN dan PTS, 1,63 juta guru dan pendidik pada satuan pendidikan negeri dan swasta, serta 237,6 ribu orang tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi.


    "Jadi pencairan mulai bisa dilakukan sekarang pada November dan Desember ini. Namun para pendidik dan tenaga kependidikan punya kesempatan sampai 30 Juni 2021 untuk mengaktifkan rekening dan mencairkan bantuannya," pungkas dia.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id