Ekonomi RI Diperkirakan Pulih Bertahap di 2021

    Husen Miftahudin - 17 Februari 2021 14:29 WIB
    Ekonomi RI Diperkirakan Pulih Bertahap di 2021
    Ilustrasi perbaikan ekonomi Indonesia - - Foto: Antara/ Aditya Pradana



    Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar minus 2,07 persen sepanjang 2020. Angka tersebut menandakan bahwa ekonomi RI berada pada resesi pertama dalam dua dekade sejak krisis keuangan Asia di 1998.

    Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyatakan, meski dampak krisis covid-19 masih terus berlanjut, namun pertumbuhan ekonomi RI diperkirakan akan pulih secara bertahap di tahun ini.




    "Ini didukung oleh serangkaian kebijakan yang substansial untuk meningkatkan kepercayaan rumah tangga dan bisnis serta pemberian bantuan sosial yang memadai dan peluncuran vaksin untuk mengurangi tingkat penyebaran infeksi," ujar Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam rilis Analisis Makroekonomi Edisi Februari 2021, Rabu, 17 Februari 2021.

    Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Sovereign Wealth Fund atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk mendorong investasi asing substansial agar masuk ke Indonesia. Lembaga baru ini juga dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja dengan tujuan menyeluruh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

    Namun, di tengah ketidakpastian yang masih terus membayangi akibat meningkatnya kasus covid-19, pemulihan ekonomi mungkin terhambat oleh penerapan kembali pembatasan mobilitas masyarakat. Ditambah dengan lambatnya ketersediaan vaksin yang akan menurunkan kepercayaan konsumen dan pelaku usaha serta menunda aktivitas ekonomi lebih lama dari yang diharapkan.

    "Oleh karena itu, untuk menjaga agar roda kegiatan ekonomi tetap berputar, memberikan stimulus dengan cakupan yang lebih luas dan perbaikan target kepada rumah tangga dan pelaku usaha yang rentan serta mempersiapkan pengadaan dan distribusi vaksin yang efektif merupakan pendorong dan kunci utama untuk percepatan pemulihan," paparnya.

    Di sisi lain, Riefky memandang pertumbuhan ekonomi RI relatif lebih baik dan perlahan pulih pada kuartal IV-2020 yang tercatat sebesar minus 2,19 persen (yoy), meningkat dari kuartal III-2020 sebesar minus 3,49 persen (yoy). Ini berkat stimulus pemerintah dan pembukaan kembali aktivitas ekonomi domestik dan global secara bertahap.

    Peningkatan tersebut terlihat di hampir semua komponen permintaan domestik dan kegiatan usaha. Laju kontraksi rumah tangga melambat menjadi minus 3,61 persen (yoy) dari minus 4,05 persen (yoy) di kuartal sebelumnya, membuat konsumsi rumah tangga secara keseluruhan mengalami kontraksi sebesar minus 2,63 persen (yoy) sejalan dengan perbaikan mobilitas masyarakat dan peningkatan pengeluaran.

    Sedikit pemulihan juga terlihat pada investasi dari pertumbuhannya sebesar minus 6,48 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi minus 6,15 persen(yoy) di kuartal IV-2020, sehingga secara keseluruhan untuk tahun 2020 tumbuh sebesar minus 4,95 persen (yoy).

    Konsumsi pemerintah tumbuh positif pada 2020 sebesar 1,94 persen (yoy) dibantu oleh realisasi stimulus, terutama berupa bantuan sosial, kesehatan, dan dukungan bagi dunia usaha serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

    "Sementara itu, ekspor neto tercatat positif didukung oleh membaiknya ekspor sejalan dengan membaiknya kegiatan ekonomi di beberapa negara tujuan ekspor di tengah penurunan impor yang cukup signifikan," pungkas Riefky.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id