Proyek Jalan Lintas Timur Sumsel Mencapai Financial Close

    Medcom - 23 Februari 2021 08:00 WIB
    Proyek Jalan Lintas Timur Sumsel Mencapai Financial Close
    Seremonial Financial Close Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) AP Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Selatan .
    Jakarta: Proyek preservasi jalan lintas timur Sumatera Selatan mencapai tahap financial close.
    Ini merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) jalan non-tol pertama di Indonesia yang mendapatkan pendanaan syariah.
     
    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan menggunakan APBN. Swasta mendapat kepastian pengembalian (investasi) plus keuntungan adanya AP (availability payment).
     
    “Proyeknya banyak yang mengawasi, kalau APBN yang mengawasai hanya PUPR, sehingga tercipta tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik,” kata Basuki dalam acara Financial Close Proyek KPBU AP Jalintim Sumsel dan Penyerahan Surat Pemenang Lelang KPBU AP Jalintim Riau, di Auditorium Kementerian PUPR, Senin, 22 Februari 2021.
     
    Basuki mengatakan, preservasi Jalintim Sumatera merupakan pilot project skema pembiayaan infrastruktur KPBU non tol. Selanjutnya juga dilaksanakan KPBU duplikasi atau penggantian 38 jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa dan pembangunan Jalan Jayapura-Wamena sekitar 50 kilometer di Provinsi Papua.
     
    Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo mengatakan, pencapaian ini merupakan hal baik. Kementerian Keuangan melalui PT PII berperan dalam fasilitas penyiapan proyek dan pendampingan transaksi/Project Development Facility (PDF) yang merupakan fasilitas PDF pertama di Kementerian PUPR.
     
    “Proyek ini dapat mencapai tahapan financial close dalam enam bulan. Ini menunjukkan kualitas penyiapan, struktur, dan transaksi proyek sabgat baik, sehingga memberikan keyakinan bagi perbankan untuk memberikan pembiayaan dalam waktu singkat,” kata Sutopo.
     
    Sutopo mengungkapkan, ditandatanganinya proyek ini, maka PT PII telah memberikan penjaminan pada 26 proyek KPBU. Hal ini merupakan kerja sama tim sindikasi bank, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR sebagai PJPK, dan badan usaha.
     
    Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunadi menyebut preservasi jalan lintas timur Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang ± 29,87 km berikut jembatan dan fasilitas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
     
    “Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia menjadi pemberi fasilitas KPBU pertama yang menggunakan transaksi Syariah. Akad yang digunakan adalah Ijarah Muntahiyah bi Tamlik, yaitu transaksi sewa manfaat atas suatu objek dengan pengalihan kepemilikan di akhir periode sewa,” kata Hery Gunardi.
     
    Dalam proyek ini Bank Syariah Indonesia ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) dalam pembiayaan sindikasi PT Jalintim Adhi Abipraya. Total plafon pembiayaan sindikasi yang akan disalurkan dalam proyek ini sebesar Rp644 miliar dengan jangka waktu pembiayaan selama 10 tahun.
     
    Selain sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) dalam pembiayaan sindikasi PT Jalintim Adhi Abipraya bersama PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Bank Panin Dubai Syariah, Bank Syariah Indonesia juga berperan sebagai Agen Fasilitas, Agen Escrow, dan Agen Jaminan pembiayaan sindikasi PT Jalintim Adhi Abipraya.
     
    Sebagai informasi, bentuk kerja sama proyek KPBU Jalintim Sumatera Selatan ini adalah DBOFMT (design, build, finance, operate, maintain, transfer) dengan pengembalian investasi melalui skema Availability Payment (AP).
     
    Estimasi biaya investasi kegiatan sebesar Rp 916,4 Miliar (biaya konstruksi dan bunga selama konstruksi), masa konsesi 15 tahun terdiri dari 3 tahun masa konstruksi dan 12 tahun masa layanan.
     
    Proyek KPBU ini berupa preservasi jalan nasional lintas timur Sumatera Selatan sepanjang 29,87 km dan 14 buah jembatan. Ruas jalan yang dipreservasi meliputi Jalan Srijaya Raya (6,3 km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 km), Jalan Letjen H. alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 km), Jalan Soekarno - Hatta (8,32 km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (4 km) dan Jalan Sultan mahmud Badarudin II (2,9 km). Ruas Jalintim ini juga kan dilengkapi dua buah Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id