Kemenkeu Tepis Anggaran Kesehatan untuk Covid-19 Kecil

    Eko Nordiansyah - 04 Juni 2020 12:47 WIB
    Kemenkeu Tepis Anggaran Kesehatan untuk Covid-19 Kecil
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan alasan anggaran kesehatan untuk penanganan covid-19 yang hanya Rp87,55 triliun. Meski naik dari Rp75 triliun, anggaran sektor kesehatan lebih rendah jika dibandingkan untuk penanganan dampak covid-19 di sektor lainnya.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menepis anggapan yang menyebut anggaran untuk kesehatan dalam program pemulihan ekonomi yang kecil. Menurutnya, alokasi anggaran oleh pemerintah sudah disesuaikan dengan kebutuhan di sektor kesehatan.

    "Yang jadi poinnya di sini adalah apakah memang kebutuhannya lebih besar dari yang sudah dialokasikan saat ini? Jawabannya tidak. Ini tentunya belum (semuanya) terpakai," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020.

    Dirinya menambahkan, pemerintah tak segan untuk mengalokasikan tambahan dana untuk kesehatan jika memang diperlukan. Hanya saja kendala untuk belanja sektor kesehatan saat ini adalah ketersediaan barang yang dibutuhkan oleh pemerintah.

    "Justru kalau memang kebutuhannya ada, pemerintah pasti mengalokasikan ke sana. Saat ini justru masalah kita bukan kurang uang, kalau masalah kesehatan Ini masalahnya adalah barangnya ada apa tidak, alat tesnya ada atau tidak," ungkapnya.

    Febrio menjamin jika dibutuhkan pembelian lebih banyak, maka pemerintah siap untuk mengalokasikan. Pemerintah termasuk Kemenkeu menjamin bahwa sektor kesehatan tetap prioritas utama yang harus bisa diselamatkan di masa pandemi ini.

    "Kita ingin pemerintah, Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara tetap support sebesar apa kebutuhannya, karena itu prioritas utama kita sampai masalah kesehatan yang belum tertangani dengan sempurna sampai selesai," pungkas dia.

    Jika dirinci, anggaran untuk bidang kesehatan sebesar Rp87,55 triliun digunakan untuk belanja penanganan covid-19 Rp66,8 triliun, insentif tenaga medis Rp5,9 triliun, santunan kematian Rp300 miliar, bantuan iuran JKN Rp3 triliun, gugus tugas covid-19 Rp3,5 triliun, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan Rp9,05 triliun.

    Sementara itu, untuk perlindungan sosial dialokasikan Rp203,9 triliun, untuk insentif dunia usaha disiapkan 120,61 triliun, bantuan UMKM sebesar Rp123,46 triliun, untuk pembiayaan korporasi Rp44,57 triliun, serta untuk sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dianggarkan sebesar Rp97,11 triliun. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id