RAPBD 2020 Bantul Ditargetkan Defisit 12,1%

    Ahmad Mustaqim - 26 November 2019 21:34 WIB
    RAPBD 2020 Bantul Ditargetkan Defisit 12,1%
    Ilustrasi. Foto : MI/Atet.
    Bantul: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Bantul mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 pada Rabu dini hari, 26 November 2019. Hasilnya, APBD Bantul defisit 12,1 persen.  

    Dalam berkas yang telah disahkan, APBD tersebut mengalami defisit anggaran. Defisit itu sebesar sebesar Rp12,1 persen atau Rp273 miliar dari total pendapatan Rp2,260 triliun dan belanja Rp2,534 triliun. Pihak Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelumnya bersepakat menekan angka defisit pada angka 9,8 persen.

    Anggota Badan Penganggaran (Banggar) DPRD Bantul, Aryunadi menyayangkan hal itu. kendatipun, ia mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran mayoritas peserta rapat menyepakatinya.

    "Dinamika pembahasan ada kesepakatan mayoritas, dan saya anggota Banggar menghormati sebagai bagian dari proses demokrasi," kata Aryunadi, ditemui di DPRD Bantul, Selasa, 26 November 2019.

    APBD 2020 yang telah disahkan ini akan segera disampaikan kepada Gubernur DIY untuk evaluasi. Aryunadi berharap gubernur mencoret sejumlah pos anggaran belanja untuk kegiatan yang bisa ditunda. Menurut dia, ada sejumlah pos anggaran belanja modal yang bisa dirasionalisasi, misalnya ada beberapa kegiatan rutinitas di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

    “Pada rapat-rapat OPD saya catat, nilainya mencapai miliaran,” kata politikus PDI Perjuangan.

    Anggota Banggar dari Fraksi PKS, Arif Haryanta, mengatakan peserta rapat menganulir kesepakatan awal angka defisit karena ada anggaran perbaikan jembatan dan rehabilitasi serta rekontruksi pascabencana 2018 yang belum habis digunakan. Anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp64 miliar itu masih tersisa Rp57 miliar.

    Menurutnya, anggaran itu mulanya hendak dikembalikan. Namun, Pemerintah Kabupaten bantul memperoleh surat dari pusat yang menerangkan anggaran itu bisa digunakan pada 2020.

    “Dengan catatan mendapat persetujuan dewan. Eksekutif (Pemkab bantul) kemudian kembali menganggarkan kegiatan perbaikan jembatan dan rehabilitasi serta rekontruksi bangunan yang rusak karena bencana 2017/2018,” kata dia.

    Dalam hitungannya, tambahan pengurangan APBD 2020 dengan anggaran Rp57 miliar seharusnya bisa membuat defisit hanya sekitar 9,8 persen. Ia menilai, defisit pada angka 9,8 persen sudah wajar dan bisa ditutupi dengan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun ini.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id