Bos OJK Masih Pede Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Sesuai Proyeksi

    Husen Miftahudin - 21 Juli 2021 11:06 WIB
    Bos OJK Masih <i>Pede</i> Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Sesuai Proyeksi
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto : OJK.



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso masih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 ini, meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas dan sosial masyarakat hingga lebih dari tiga pekan.

    Pada awalnya, pembatasan aktivitas dan sosial masyarakat melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diberlakukan pada 3-20 Juli 2021. Guna menekan angka pertambahan kasus infeksi covid-19 di Tanah Air, pemerintah kembali memperpanjang kebijakan tersebut hingga 25 Juli 2021.

     



    "Kami memantau perkembangan situasi saat ini dan kami masih optimistis dengan pertumbuhan ekonomi seiring dengan proyeksi pemulihan ekonomi nasional," ujar Wimboh dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Juli 2021.

    Adapun sebelumnya Wimboh yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 ini mencapai 5,0 persen. Ini melihat pengalaman krisis ekonomi di masa lalu yang menunjukkan pertumbuhan pascakrisis cenderung melesat.

    Untuk mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas sistem keuangan saat ini, OJK telah mempersiapkan beberapa kebijakan strategis. Terdapat enam kebijakan strategis OJK yang bekerja sama dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

    Pertama, mengawal pelaksanaan PPKM darurat, khususnya terkait pelaksanaan peran sektor jasa keuangan sebagai sektor esensial dengan melakukan operasi terbatas sektor keuangan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat serta memaksimalkan teknologi online/digital.

    Kemudian pegawai di sektor keuangan yang melakukan Work From Home (WFH) diminta tetap tinggal di rumah dan menghindari mobilitas yang tidak perlu. Lalu membuka jalur komunikasi dengan nasabah atau debitur, khususnya pada sektor-sektor yang terdampak kebijakan PPKM darurat.

    Kedua, mempercepat implementasi program vaksinasi yang terdistribusi dengan baik. OJK melakukan vaksinasi massal pelaku sektor jasa keuangan dan masyarakat dengan target 10 juta orang hingga akhir Desember 2021.

    "OJK juga mendorong pendirian sentra vaksinasi oleh lembaga keuangan untuk vaksinasi pegawai dan konsumen, dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi pelaku sektor keuangan di daerah," paparnya.

    Ketiga, percepatan belanja pemerintah pusat dan daerah sebagai kebijakan dari sisi fiskal untuk mempertahankan demand dan tingkat konsumsi masyarakat di tengah disparitas pemulihan sektoral.

    "Keempat, mengakselerasi hilirisasi ekonomi dan keuangan digital dengan tetap mewaspadai cyber risk. Kelima, OJK melakukan peningkatan penetrasi layanan keuangan dan pendalaman pasar keuangan untuk menjaga stabilitas keuangan secara berkelanjutan," ucap Wimboh.

    Keenam, mendorong berkembangnya sustainable finance untuk membiayai sustainable economic recovery dan memitigasi climate-related risk, dengan menjalankan inisiatif strategis berupa pengembangan taksonomi hijau yang bertujuan mengklasifikasikan aktivitas pembiayaan dan investasi berkelanjutan di Indonesia. Kemudian pengembangan kerangka manajemen risiko untuk industri dan pedoman pengawasan berbasis risiko bagi pengawas untuk menerapkan climate-related financial risk.

    "Selanjutnya, inovasi produk dan layanan keuangan berkelanjutan oleh lembaga jasa keuangan serta meningkatkan awareness dan capacity building untuk seluruh pemangku kepentingan," pungkas Wimboh.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id