comscore

Wow! APBN Masih Surplus Rp132,2 Triliun hingga Akhir Mei 2022

Eko Nordiansyah - 23 Juni 2022 19:01 WIB
Wow! APBN Masih Surplus Rp132,2 Triliun hingga Akhir Mei 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mencatat surplus Rp132,2 triliun hingga akhir Mei 2022. Surplus disebabkan realisasi penerimaan Rp1.070,4 triliun sedangkan belanja baru Rp938,2 triliun.

Surplus APBN ini tercatat mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar Rp103,1 triliun. Bahkan, APBN tercatat positif 0,74 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dibandingkan perkiraan yang mengalami defisit 4,85 persen dari PDB pada tahun ini.
 
baca juga: Lebih dari Rp468 Triliun, Sri Mulyani Minta Dana Desa Dorong Kesejahteraan   
"Sampai akhir Mei, APBN surplus Rp132,2 triliun. Bandingkan tahun lalu kita defisit Rp219,2 triliun hingga akhir mei, sekarang kita masih positif Rp132 triliun. Lagi-lagi ini pembalikan yang luar biasa dari kondisi fiskal kita," kata dia dalam video conference, Kamis, 23 Juni 2022.

Ia merinci pendapatan negara sudah terkumpul 58 persen dari target Rp1.846,1 triliun atau tumbuh 47,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan pendapatan tak lepas dari pemulihan ekonomi serta kenaikan harga komoditas di pasar global.

Pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak Rp705,8 triliun atau 55,8 persen dari target Rp1.265 triliun, kepabeanan dan cukai Rp140,3 triliun atau 57,3 persen dari target Rp245 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp224,1 triliun atau 66,8 persen dari Rp335,6 triliun.
 
"Jadi dari sisi penerimaan, memang kita mengalami upside yang cukup signifikan. Ini yang sudah saya sampaikan di DPR penerimaan kita itu Rp420 triliun lebih tinggi dari yang ada di APBN. Jadi Rp1.846 triliun itu belum mencerminkan adanya penambahan penerimaan," ungkapnya.

Sementara itu, belanja negara tercatat sudah 34,6 persen dari pagu Rp2.714,2 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp653,9 triliun atau 33,6 persen dari pagu Rp1.944,5 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa Rp284,3 triliun atau 36,9 persen dari pagu Rp769,6 triliun.

"Belanja ini belum menggambarkan tambahan subsidi dan kompensasi yang tadi telah disampaikan. Nanti kita diperkirakan akan menambah hampir mendekati Rp380 triliun sendiri. Jadi nanti postur pendapatan naik, belanja juga akan naik," pungkas dia.(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id