BI Kawal Ketat Stabilitas Harga saat Ramadan dan Lebaran

    Husen Miftahudin - 04 Mei 2021 06:33 WIB
    BI Kawal Ketat Stabilitas Harga saat Ramadan dan Lebaran
    Ilustrasi gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI.



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal tersebut dilakukan guna menjaga tingkat inflasi 2021 yang sesuai dengan kisaran targetnya sebesar tiga persen plus minus satu persen.

    "Koordinasi dengan pemerintah tersebut termasuk untuk menjaga inflasi pada bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1442 Hijriah," ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Selasa, 4 Mei 2021.






    Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2021 tercatat sebesar 0,13 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,08 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK April 2021 tercatat 1,42 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dari inflasi bulan lalu sebesar 1,37 persen (yoy).

    "Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi kelompok inti dan administered prices, di tengah perlambatan inflasi kelompok volatile food," jelas Erwin.

    Kelompok inti pada April 2021 mencatat inflasi 0,14 persen (mtm), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,03 persen (mtm). Peningkatan inflasi inti tersebut didorong oleh tekanan inflasi komoditas emas perhiasan seiring kenaikan harga emas global dan peningkatan permintaan musiman selama Ramadan.

    Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,18 persen (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi Maret 2021 sebesar 1,21 persen (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.

    Sementara kelompok volatile food mengalami inflasi 0,15 persen (mtm) pada April 2021, melambat dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,56 persen (mtm). Perlambatan tersebut didorong oleh deflasi komoditas hortikultura dan beras seiring masuknya masa panen.

    Perlambatan inflasi volatile food yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas daging ayam ras dan minyak goreng akibat peningkatan permintaan selama Ramadan dan kenaikan harga global Crude Palm Oil (CPO). Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 2,73 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,49 persen (yoy).

    Lalu, kelompok administered prices pada April 2021 mencatat inflasi sebesar 0,11 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02 persen (mtm). Perkembangan ini didorong oleh peningkatan harga rokok, terutama rokok kretek filter, seiring transmisi kenaikan cukai hasil tembakau yang berlanjut, serta kenaikan inflasi bahan bakar rumah tangga.

    "Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 1,12 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,88 persen (yoy)," tutup Erwin.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id