comscore

Strategi IFG Bidik Nasabah

Arif Wicaksono - 18 Mei 2022 18:28 WIB
Strategi IFG Bidik Nasabah
Direktur Utama IFG Robertus Billitea. Foto: IFG.
Jakarta: Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi, Penjaminan dan Investasi.semakin gencar membidik nasabah melalui konferensi internasional. Hal ini dilakukan dalam upaya memperkuat ekosistem sektor asuransi dan dana pensiun yang sehat dan berkelanjutan.

IFG akan menggelar IFG International Conference 2022 pada 30 dan 31 Mei 2022 dengan mengusung tema "Insurance and Pension Fund: Transiting Into Digital and Green Economy Ecosystem". Acara ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap penguatan literasi di sektor asuransi dan dana pensiun bagi pelaku industri, masyarakat luas serta pemangku kepentingan terkait.
Direktur Utama IFG Robertus Billitea menjelaskan IFG sebagai holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan untuk berperan dan berkontribusi dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri keuangan non-bank khususnya bidang asuransi, penjaminan, dan investasi.

"IFG berkomitmen menghadirkan perubahan di bidang keuangan khususnya asuransi, penjaminan, dan investasi yang akuntabel, prudent, dan transparan dengan landasan tata kelola yang baik dan berintegritas," ujar Robertus dalam keterangan resminya, Rabu, 18 Mei 2022.

Senior Executive Vice President (SEVP) IFG Progress Reza Siregar menambahkan FG Progress berkomitmen untuk menghasilkan dan menyampaikan produk-produk hasil penelitian terkait dengan isu-isu strategis di industri jasa keuangan. IFG Progress dapat menjadi fasilitator forum diskusi antar pakar di industri jasa keuangan.

Dalam jangka panjang, IFG Progress diharapkan juga dapat memberikan inovasi dalam memajukan industri jasa keuangan Indonesia, khususnya pada industri keuangan non-bank.

"Sebagai lembaga Think Tank, IFG Progress berkomitmen untuk ikut berperan memperkuat literasi dan edukasi sektor keuangan dan diharapkan dapat memberikan inovasi dalam memajukan industri jasa keuangan, khususnya pada sektor asuransi dan dana pensiun," kata Reza.

IFG Grup juga kerap melakukan restrukturisasi pengalihan polis nasabah eks PT Asuransi Jiwasraya ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) hingga akhir 2021 sebanyak 155.216 polis atau setara dengan Rp20,87 triliun.

"Pembaruan informasi ini kami sampaikan sebagai wujud dari komitmen IFG Life untuk mengedepankan tata kelola yang baik dan mengutamakan transparansi demi kepentingan nasabah kami, juga masyarakat Indonesia pada umumnya," kata Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life Farid Azhar Nasution dalam konferensi pers secara daring, dilansir Antara, Senin, 21 Februari 2022.
 
Pengalihan polis tersebut merupakan 63,2 persen dari target liabilitas polis yang akan dialihkan. Sementara per Januari 2022 pembayaran klaim yang telah dilakukan mencapai Rp412,09 miliar.

Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menjelaskan bahwa, berdasarkan studi, dalam lima tahun terakhir, struktur aset keuangan Indonesia masih terkonsentrasi di sektor perbankan dengan kontribusi aset sebesar 59,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yakni sektor asuransi dan dana pensiun hanya mencatatkan kontribusi aset masing-masing sebesar 8,5 persen dan 2,7 persen terhadap PDB pada 2020.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id