Dorong Ekonomi, Perbankan Harus Salurkan Kredit Rp1.000 Triliun Tahun Ini

    Suci Sedya Utami - 04 Maret 2021 14:29 WIB
    Dorong Ekonomi, Perbankan Harus Salurkan Kredit Rp1.000 Triliun Tahun Ini
    Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Perbankan nasional harus menyalurkan kredit sebesar Rp1.000 triliun di tahun ini. Hal tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di 2021.

    Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) Sunarso mengatakan saat ini total dana pihak ketiga (DPK) atau dana masyarakat yang terhimpun di perbankan mencapai Rp6.650 triliun.
    Dari jumlah tersebut, kredit yang bisa disalurkan mencapai Rp5.548 triliun dengan loan deposit ratio (LDR) atau rasio pinjaman dan simpanan sebesar 83 persen.






    "Menuju ke LDR 90 persen itu artinya perbankan harus menyalurkan kredit tahun ini sebanyak Rp1.000 triliun untuk menumbuhkan kredit dan kemudian akan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Sunarso dalam webinar Prospek BUMN 2021 sebagai Lokomotif PEN dan SWF, Kamis, 4 Maret 2021.

    Sunarso mengungkapkan posisi DKP di Bank BRI mencapai Rp1.121 triliun atau tumbuh 9,8 persen. Namun penyaluran kredit hanya tumbuh 3,9 persen. Bahkan posisi LDR sebesar 84 persen, atau lebih kecil dari angka normal yang sebesar 90 persen.

    Karena itu, tantangan besar yang dihadapi perbankan ialah menyalurkan kredit secara produktif. "Berbagai upaya terus dilakukan antara lain melalui penurunan Bank Indonesia (BI) rate hingga menjadi 3,5 persen, cost of fund juga ikut diturunkan," terangnya.

    Kendati kredit turun, hal ini tidak terlalu berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan kredit. Misalnya bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebelum 2015 dikenakan 22 persen. Saat itu pertumbuhan kredit nasional bisa double digit bahkan pernah menembus 25 persen.

    Namun ketika bunga diturunkan 15 persen bahkan disubsidi dan masyarakat hanya membayar bunga tujuh persen, pertumbuhan kredit malah sulit meraih double digit.

    "Kalau begitu boleh disimpulkan ternyata lowering interest tidak serta merta mendorong kredit atau penurunan suku bunga bukan satu-satunya faktor mendorong kredit," pungkas dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id