Hingga Oktober, Bank DKI Salurkan Rp143 Miliar KPR DP 0%

    Angga Bratadharma - 09 November 2020 15:45 WIB
    Hingga Oktober, Bank DKI Salurkan Rp143 Miliar KPR DP 0%
    Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI, dan Perum Perumnas melakukan penandatanganan akad kredit dan penyerahan kunci secara simbolis kepada para penerima manfaat DP 0 Rupiah. FOTO: Bank DKI
    Jakarta: Bank DKI terus mendukung penyaluran kredit uang muka atau Down Payment (DP) nol persen bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dukungan itu salah satunya melalui penandatanganan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank DKI, dan Perumnas terkait akad kredit dan penyerahan kunci secara simbolis kepada para penerima manfaat DP nol rupiah.

    Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah merangkap Direktur Keuangan Bank DKI Babay Parid Wazdi menyampaikan, per 31 oktober 2020, Bank DKI sebagai bank pelaksana Program DP Nol Rupiah telah merealisasikan penyaluran KPR Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah sebesar Rp143 miliar.

    Penyaluran tersebut disalurkan kepada 514 penerima manfaat DP nol rupiah di sejumlah hunian yang terdaftar oleh Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera (UFPRS) dan telah bekerja sama dengan Bank DKI. Sejumlah hunian tersebut di antaranya Menara Samawa Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur milik KSO Sarana-Totalindo/Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

    Kemudian dua hunian yang dikembangkan Perum Perumnas yaitu Rusunami Bandar Kemayoran, Jakarta Utara; dan Apartemen Sentraland Cengkareng, Jakarta Barat. Pada dua hunian yang dikembangkan Perum Perumnas, Bank DKI telah menyalurkan KPR FPPR sebesar Rp11 miliar kepada 45 penerima manfaat.

    "Hingga saat ini untuk kredit perumahan di Bank DKI sudah ada sekitar Rp3,5 triliun yang terbagi untuk KPR sebesar Rp2,1 triliun dan syariah. Sisanya DP nol persen Rp143 miliar," kata Babay, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 November 2020.

    "Kabar gembiranya adalah yang sudah pinjam dalam skema Dp Rp0 ini nilai NPL-nya nol. Ini menunjukan masyarakat berpenghasilan rendah ini memiliki komitmen bagus untuk bayar, termasuk saat pandemi covid-19 saat ini tidak ada masalah," tambahnya.

    Babay mengatakan untuk penghasilan dari warga yang melamar untuk memiliki hunian DP nol rupiah maksimalnya adalah Rp14 juta setelah munculnya Pergub Nomor 14  Tahun 2020 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

    "Namun untuk minimalnya tergantung angsuran dan jangka waktunya. Namun Bank DKI menyediakan maksimal kredit atas angsuran kredit maksimal terhadap pendapatan sampai 60 persen. Kira-kira kalau penghasilan Rp7 juta, berarti yang bisa diberikan maksimal angsuran Rp4,2 juta ini di antara bank lain Bank DKI paling besar," ujarnya.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini menambahkan sebagai Bank milik Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI kembali turut serta dalam mendukung penyaluran kredit DP nol rupiah bagi warga DKI Jakarta yang dianggap telah memenuhi persyaratan sebagai calon penerima manfaat.

    Saat ini, Herry menyebut, Bank DKI masih terus memproses pengajuan kredit yang dilakukan calon penerima manfaat. Dalam menjalankan tugasnya sebagai bank pelaksana maka Bank DKI bertugas memverifikasi warga DKI Jakarta dianggap yang memenuhi kriteria kredit/pembiayaan perbankan khusus program sebagai calon penerima manfaat.

    "Bank DKI berkomitmen mendukung penyaluran kredit DP nol rupiah dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip kehati-hatian. Kegiatan ini sejatinya merupakan implementasi Bank DKI sebagai agent of development dan mendorong program Pemprov DKI Jakarta sebagaimana visi dan misinya yakni maju kotanya bahagia warganya," tuturnya.

    Program DP nol rupiah merupakan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikelola oleh Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera (UFPRS) di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta.

    Program yang dikenal dengan Samawa ini memberikan Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah untuk memiliki unit rumah sudah jadi dan siap huni di DKI Jakarta.

    Kriteria calon penerima manfaat wajib memenuhi persyaratan antara lain seperti warga DKI Jakarta yang dibuktikan dengan e-KTP, belum memiliki rumah sendiri, berpenghasilan  bersih rumah tangga maksimal Rp14,8 juta per bulan, tidak sedang menerima bantuan/subsidi perumahan pemerintah pusat/daerah dan memiliki NPWP.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id