Jumlah Debitur yang Direstrukturisasi Tak Bertambah Signifikan Meski OJK Perpanjang Program

    Annisa ayu artanti - 26 Oktober 2020 14:07 WIB
    Jumlah Debitur yang Direstrukturisasi Tak Bertambah Signifikan Meski OJK Perpanjang Program
    Bank Mandiri. Foto : MI.
    Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memperkirakan jumlah debitur yang akan kembali direstrukturisasi hingga Maret 2021 tidak akan terlalu besar dan signifikan seiring dengan perpanjangan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    "Menurut kami jumlah debitur yang belum direstrukturisasi yang mungkin perlu direstrukturisasi karena ada perpanjangan POJK 11 tidak akan terlalu banyak dan tidak akan signifikan," kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik dalam konferensi pers virtual, Senin, 26 Oktober 2020.

    Ia menjelaskan perhitungan perkiraan jumlah debitur tersebut berdasarkan pertimbangan kasus covid-19 yang sudah cenderung melandai.

    "Sehingga walaupun adanya PSBB impact terhadap UMKM tidak akan terlalu besar. Sehingga kita sekarang berasumsi jumlah yang akan diresturk kembali, tidak akan terlalu banyak," ucapnya.

    Meski demikian, Siddik kembali melanjutkan walaupun banyak debitur yang sudah dibantu dengan restrukturisasi pihaknya mengatakan masih ada sekitar 10-11 persen debitur yang tidak bisa bangkit.

    Oleh karena itu, Bank Mandiri akan men-downgrade rasio kredit macet (NPL) tahun depan. Adapun hingga akhir tahun NPL Bank Mandiri diperkirakan berada dikisaran 3-4 persen.

    "Menurut kami (debitur) yang tidak bisa bangkiit lagi ada dikisaran 10-11 perseb. Itu lah yang kira-kira kita antisipasikan di tahun depan kita harus downgrade NPL karena enggak ada gunanya untuk restrukturisasi debitur yang sudah mati atau tidak bisa bangkit lagi," tuturnya.

    Sementara, berdasarkan bahan presentasi kuartal III-2020 Bank Mandiri mencatat telah restrukturisasi kredit terdampak covid-19 sebanyak Rp116,4 triliun kepada 525,66 ribu debitur. Sebanyak Rp47,7 triliun untuk merestrukturisasi segmen UMKM dan sebanyak Rp68,6 triliun untuk segmen non UMKM.   


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id