Imbas Kenaikan PMI Layanan Tiongkok, Dolar Libas Rupiah

    Husen Miftahudin - 03 Juni 2021 16:19 WIB
    Imbas Kenaikan PMI Layanan Tiongkok, Dolar Libas Rupiah
    Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - - Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto



    Jakarta: Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) mengalami kenaikan terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah. Kenaikan mata uang Negeri Paman Sam tersebut didorong oleh keyakinan investor terhadap peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) Layanan Tiongkok.

    "Dolar menguat terhadap mata uang lainnya karena investor mencerna data layanan Caixin China, sambil menunggu data ekonomi utama AS untuk petunjuk tentang prospek ekonomi dan keputusan kebijakan Federal Reserve AS," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resminya, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Adapun PMI Layanan Caixin China naik menjadi 55,1 pada Mei 2021. Angka tersebut mengikuti PMI Manufaktur Caixin yang meningkat menjadi 52 pada Mei 2021, level tertinggi sejak Desember 2020.

    Di Jepang, sebut Ibrahim, data PMI Jasa pada Mei 2021 adalah sebesar 46,5, turun dari posisi April 2021 yang mencapai level 49. Sementara di Australia, penjualan ritel tumbuh 1,1 persen bulan ke bulan (mtm) di April 2021.

    Sementara itu, di AS, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memulai secara bertahap menjual portofolio utang perusahaan yang dibeli melalui fasilitas pinjaman darurat yang diluncurkan pada 2020, yang menunjukkan awal dari perubahan kebijakan.

    Menurut Ibrahim, investor sekarang menunggu data ekonomi utama AS termasuk klaim pengangguran awal, untuk petunjuk tentang prospek ekonomi. Data lebih lanjut termasuk penggajian non-pertanian, yang mencatat perekrutan bulanan lebih lemah dari perkiraan pada April 2021.

    "Di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa mengatakan tidak akan mengubah ukuran program pembelian asetnya untuk saat ini pada pertemuannya pada 10 Juni, tetapi mengindikasikan bahwa mereka dapat memulai proses pengurangan nanti pada tahun 2021," paparnya.

    Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tipis ke level Rp14.285 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah lima poin atau setara 0,04 persen dari posisi Rp14.280 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    "Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah lima poin walaupun sebelumnya sempat melemah di  26 poin di level Rp14.285 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.280 per USD," tutur dia.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.280 per USD. Rupiah melemah tujuh poin atau setara 0,05 persen dari Rp14.273 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.297 per USD atau melemah 21 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.276 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.265 per USD hingga Rp14.310 per USD," pungkas Ibrahim.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id