BCA Raup Laba Bersih Rp23,2 Triliun per Kuartal III-2021

    Husen Miftahudin - 21 Oktober 2021 20:40 WIB
    BCA Raup Laba Bersih Rp23,2 Triliun per Kuartal III-2021
    Ilustrasi. Foto: Dok. BCA



    Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk atau BCA membukukan laba bersih sebesar Rp23,2 triliun hingga kuartal III-2021. Laba bersih tersebut naik 15,8 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20 triliun.

    "Pertumbuhan laba bersih tumbuh ditopang oleh penurunan biaya operasional dan biaya provisi kredit yang lebih rendah," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam Press Conference Paparan Kinerja BCA Kuartal III-2021 secara virtual, Kamis, 21 Oktober 2021.

     



    Adapun penyaluran kredit baru naik 13,8 persen secara tahunan (yoy) seiring komitmen BCA dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) juga tumbuh 21,0 persen (yoy) hingga akhir September 2021.

    "Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus covid-19 di Indonesia, termasuk mengakselerasi program vaksinasi, sehingga aktivitas bisnis mulai menunjukkan pemulihan seiring peningkatan mobilitas. Selain itu, perpanjangan relaksasi pajak pada sektor properti dan otomotif juga turut menjaga daya beli masyarakat," paparnya.

    Bersamaan dengan stimulus pemerintah, BCA kembali menyelenggarakan KPR BCA Online Expo dari 9 September hingga 10 Oktober. Sebelumnya, bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga menggelar perhelatan serupa pada Juli 2021.

    "BCA juga menghadirkan KKB BCA Virtual Mall untuk memberikan penawaran khusus KKB bagi segmen ritel. Kami melaksanakan kedua event tersebut di sepanjang kuartal ketiga tahun ini, sebagai bentuk optimisme dalam mendorong penyaluran kredit dan mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada," jelas Jahja.

    Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BCA berhasil membukukan kinerja yang solid pada kuartal III-2021. CASA naik 21,0 persen (yoy) mencapai Rp721,8 triliun per September 2021. Sementara itu, deposito juga meningkat 9,7 persen (yoy) menjadi Rp201,9 triliun.

    "Secara keseluruhan, total DPK naik sebesar 18,3 persen (yoy) menjadi Rp923,7 triliun, sehingga mendorong total aset BCA tumbuh 16,5 persen (yoy) mencapai Rp1.169,3 triliun," ungkap dia.

    Jahja melanjutkan, pendanaan CASA yang  solid ditopang kinerja BCA dalam mempertahankan kekuatan di segmen perbankan transaksi, terutama dalam memperkuat ekspansi ekosistem digital dan basis nasabah. Per September 2021, CASA berkontribusi hingga 78,1 persen dari total DPK.

    Seiring pertumbuhan likuiditas yang kokoh serta kinerja outstanding kredit yang membaik, BCA mempertahankan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income) selama sembilan bulan pertama 2021, yakni naik 3,3 persen (yoy) menjadi Rp42,2 triliun. Pendapatan selain bunga tercatat Rp15,5 triliun di periode yang sama, atau tumbuh 2,4 persen (yoy).

    "Kinerja positif pendapatan selain bunga ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 11,2 persen (yoy) menjadi Rp10,7 triliun. Secara total, pendapatan operasional tercatat Rp57,6 triliun atau naik 3,1 persen (yoy)," pungkas Jahja.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id