Berkolaborasi Meningkatkan Inklusi Keuangan

    Media Indonesia - 01 Juni 2020 08:29 WIB
    Berkolaborasi Meningkatkan Inklusi Keuangan
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Riset Google, Temasek, dan Bain & Company 2019 menunjukkan, terdapat 92 juta masyarakat yang belum terlayani bank dan hanya sebesar 12 persen dari 59 juta UMKM di Indonesia yang memiliki akses ke layanan perbankan.

    Perlu kerja sama berbagai pihak untuk meningkatkan akses masyarakat dan UMKM terhadap layanan perbankan. Hal itu disampaikan Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian.

    Ia menjelaskan, tahun lalu pihaknya turut membantu mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia dengan menjangkau lebih dari 350 ribu nasabah dan lebih dari 100 ribu UMKM. Tercatat, persentase kredit yang disalurkan kepada UMKM terhadap total kredit di 2019 sebesar 31,82 persen, meningkat dari hanya 14,96 persen di 2018.

    "Hal ini dalam rangka mendukung strategi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam mendorong UMKM untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing UMKM. Secara total, produk kami Tunaiku mencatatkan peningkatan penyaluran pinjaman sebesar 100 persen di 2019 atau lebih dari Rp2 triliun, utamanya untuk segmen masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani oleh perbankan," ujar Vishal.

    Tunaiku merupakan produk berkonsep teknologi finansial yang memberikan pinjaman personal tanpa agunan kepada individu dan UMKM. Masyarakat dapat mengakses pinjaman melalui Tunaiku mulai Rp2 juta-Rp20 juta dengan tenor pinjaman 6-20 bulan. Ke depan, lanjut Vishal, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui teknologi.

    "Perkembangan teknologi dan transformasi digital memiliki dampak signifikan terhadap perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kami menyediakan layanan perbankan bagi mereka yang membutuhkan dan bukan hanya mereka yang menginginkan," imbuhnya.

    Dalam laporannya, Amar Bank menunjukkan performa keuangan yang baik di 2019 dengan total aset mencapai Rp3,4 triliun, meningkat 85,9 persen dari 2018 yang tercatat sebesar Rp1,8 triliun.

    Selain itu, Amar Bank juga mencatat laba bersih pada 2019 sebesar Rp61 miliar yang meningkat empat kali lipat dari 2018. Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat pada level 55,65 persen, jauh di atas kinerja CAR bank umum konvensional per Desember 2019 yang tercatat sebesar 23,40 persen. Rasio CAR mengindikasikan modal yang kuat untuk mendukung ekspansi kegiatan usaha bank.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id