Nasabah Jiwasraya Minta Pemerintah Cairkan PMN ke BPUI

    Annisa ayu artanti - 19 September 2020 16:00 WIB
    Nasabah Jiwasraya Minta Pemerintah Cairkan PMN ke BPUI
    PT Asuransi Jiwasraya - - Foto: Antara/ Galih
    Jakarta: Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) meminta pemerintah untuk mencairkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp20 triliun kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

    Nasabah Jiwasraya, Machril mengatakan, penerbitan PMN menjadi jalan keluar dalam upaya restrukturisasi Jiwasraya. "Untuk keputusan penerbitan PMN sudah tuntas, langkah pemerintah sudah bagus, di bawa ke politik juga tidak bisa, karena ada hitam di atas putih dalam Undang-Undang untuk PMN kepada BUMN dan dapat persetujuan DPR yang juga wakil rakyat," katanya, Sabtu, 19 September 2020.

    Ia pun menyayangkan anggapan bahwa PMN merupakan uang rakyat yang tidak bisa digunakan untuk membayar mega korupsi di tubuh Jiwasraya itu. Menurutnya, Jiwasraya adalah BUMN yang diurus oleh negara sehingga, penerbitan PMN sudah diatur di dalam UU.

    "Baik itu UU Kekayaan Negara, UU Perbendaharaan Negara kan ada penerbitan PMN. Jadi jangan melihat ini kok seperti rakyat atau negara yang nomboki. Jangan melihat semata-mata seperti itu. Jadi kita harus lihat dulu gunanya BUMN didirikan itu untuk apa. Itu kan dasarnya UU yang dibuat oleh pemerintah dan disahkan oleh DPR," ungkapnya.

    Jika anggota DPR tidak setuju terkait rencana penerbitan PMN. Hal tersebut harus dilakukan dengan menggugurkan UU yang berlaku. "Bawa saja UU soal PMN itu ke MK, itu kan cara kita berkonstitusi dan negara. Yang bicara demikian seperti ilmunya tidak sampai ke sana.  Mungkin orang yang bicara ini, mau mencari panggung," tukasnya.

    Jiwasraya saat ini mencatatkan defisit ekuitas Rp37,7 triliun karena kondisi aset yang buruk serta pengelolaan produk asuransi yang tidak optimal. Akibatnya, Jiwasraya menanggung total liabilitas atau kewajiban sebesar Rp54 triliun.

    Dengan liabilitas sebesar itu, Jiwasraya sulit membayar kewajiban ke nasabah. Pemerintah memilih opsi restrukturisasi, transfer dan bail ini untuk menyelamatkan polis Jiwasraya melalui pendirian perusahaan baru bernama Indonesia Finansial Group (IFG) di bawah BPUI. Adapun pendirian IFG Life butuh dana Rp24,7 triliun. Salah satu caranya dengan menerbitkan PMN Rp20 triliun.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id