comscore

Meski Mayoritas Bisnis Membaik, Laba Astra Masih Turun 22%

Annisa ayu artanti - 29 Juli 2021 22:02 WIB
Meski Mayoritas Bisnis Membaik, Laba Astra Masih Turun 22%
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih semester I-2021 sebesar Rp8,83 triliun atau turun 22 persen dibandingkan capaian tahun lalu sebesar Rp11,38 triliun.

Laba tersebut terbukukan meski selama paruh pertama 2021 sebagian besar bisnis Astra Group sudah menunjukan perbaikan dibandingkan dengan periode yang sama 2020.
"Sebagian besar bisnis grup mengalami perbaikan pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 ketika grup menghadapi pembatasan-pembatasan bisnis yang signifikan terkait dengan penanggulangan pandemi covid-19 pada kuartal kedua 2020," ungkap Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Juli 2021.

Djony menjelaskan, perolehan laba bersih ini sebagian besar didukung oleh kinerja divisi otomotif yang lebih baik. Divisi otomotif mencatatkan laba sebesar Rp3,31 triliun atau meningkat 736 persen dari perolehan tahun lalu.

Sementara untuk divisi lainnya, ia merinci, divisi jasa keuangan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,13 triliun atau meningkat 2 persen dari tahun lalu. Lalu, laba divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi tercatat sebesar Rp2,68 triliun atau meningkat 13 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, divisi agribisnis dan infrastruktur logistik juga mengalami peningkatan masing-masing menjadi Rp517 miliar dan Rp91 miliar. Laba divisi properti juga tercatat meningkat 17 persen dari Rp71 miliar di periode yang sama tahun lalu menjadi Rp83 miliar. Sedangkan bisnis teknologi masih mengalami tekanan sehingga hanya mencatatkan laba Rp14 miliar.

Selanjutnya, untuk nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2021 Astra International mencatat berada di Rp4.012 atau meningkat 4 persen dibandingkan posisi pada 31 Desember 2020.

Adapun untuk kas tidak termasuk anak perusahaan divisi jasa keuangan mencapai Rp20,5 triliun pada 30 Juni 2021, meningkat dibandingkan Rp7,3 triliun pada akhir 2020. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kinerja penjualan yang membaik, serta realisasi belanja modal dan keperluan modal kerja yang lebih rendah.

"Jika volume penjualan terus membaik hingga akhir tahun, belanja modal dan modal kerja dapat mengalami peningkatan," jelasnya.

Adapun mengenai prospek bisnis ke depannya, Djony optimistis bisnis Astra Group akan kembali membaik meskipun kinerja bisnis bergantung pada kepercayaan konsumen.

"Meskipun kondisi bisnis telah membaik, kinerja grup masih akan menantang hingga akhir tahun ini, mengingat kinerja bisnis dan kepercayaan konsumen masih akan terdampak oleh situasi pandemi covid-19 di Indonesia yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini," pungkasnya.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id