Tumbuh Dua Kali Lipat, Jumlah Pengguna Kripto di Indonesia Capai 7,4 Juta Orang

    Husen Miftahudin - 28 Oktober 2021 19:23 WIB
    Tumbuh Dua Kali Lipat, Jumlah Pengguna Kripto di Indonesia Capai 7,4 Juta Orang
    Mata uang digital. Foto ; AFP.



    Jakarta: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan jumlah pengguna kripto di Indonesia hingga Juli 2021 sudah mencapai 7,4 juta orang. Angka ini tumbuh dua kali lipat dalam setahun dengan nilai transaksi yang juga meningkat secara signifikan.

    Saat ini di Indonesia sudah memiliki wadah tempat jual beli lebih dari 170 aset kripto yang resmi terdaftar dan sudah diatur legalitasnya oleh kementerian terkait. Salah satunya adalah Indodax yang sudah berdiri selama tujuh tahun dan memiliki lebih dari 4,4 juta member.

     



    Animo masyarakat terhadap investasi aset kripto pun bisa memberikan manfaat terhadap perekonomian orang yang terjun berinvestasi di kripto. Banyak orang yang merasa sangat terbantu dengan adanya transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia. Salah satunya Fajar Kurniawan, mantan sekuriti pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta.

    "Saya mulai mengenal trading bitcoin itu sejak saya di-PHK dari tempat kerja saya karena pandemi. Setelah saya baca-baca di internet, saya mulai tertarik dan langsung mempelajarinya. Sejak saat itu saya mulai terjun ke dunia trading," ungkap Fajar dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 28 Oktober 2021.

    Lain kisah dari Nimas Ayu Tiyas, mahasiswi kebidanan asal Pasuruan, Jawa Timur yang sukses memenuhi kebutuhan kuliah dari hasil trading kripto. Hal senada juga dirasakan Rifandi, driver ojek online dari Medan. Dia mengatakan bahwa trading aset kripto bisa menutupi kekurangan pendapatan karena pandemi.

    "Alasan trading ingin merubah kehidupan jadi lebih baik. Saya kan ojol. Ada tips dari customer yang ngasih seribu dua ribu saya kumpulin itu, terus deposit. Ya lumayan lah tiap bulan nambah terus," tuturnya.

    Selain bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, aset kripto juga bisa dimanfaatkan untuk berdonasi. Pada 2018 lalu, masjid yang berada di London, Inggris, mengumumkan bahwa mereka menerima zakat dalam bentuk kripto. Keputusan ini menjadikannya sebagai masjid pertama yang menerima sumbangan dalam bentuk kripto.

    Tidak hanya di Inggris, penerimaan donasi dalam bentuk kripto juga dilakukan salah satu platform crowdfunding asal Indonesia, Ayobantu. CEO Ayobantu Agnes Yuliavitriani mengatakan bahwa pihaknya menerima bitcoin sebagai bentuk donasi.

    Menurutnya, dengan hadirnya kripto akan lebih mempermudah masyarakat yang ingin berdonasi dan berbagi kebaikan. Pihak Ayobantu tinggal melakukan konversi dari aset kripto ke rupiah. Donasi dengan kripto ini akan memudahkan dan mempercepat transaksi serta lebih transparan sesuai dengan karakteristik teknologi blockchain.

    "Kami merasa bahwa masyarakat sudah melihat kripto sebagai aset yang potensial, dan dapat dimanfaatkan untuk membawa dampak yang lebih luas. Salah satunya dengan berbagi kebaikan melalui donasi," pungkas Agnes.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id