Empat Operator Telekomunikasi Kakap RI Sumbang Pendapatan SUPR

    Ade Hapsari Lestarini - 03 Juni 2021 16:47 WIB
    Empat Operator Telekomunikasi Kakap RI Sumbang Pendapatan SUPR
    Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id



    Jakarta: PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,8 persen dari Rp1.767,0 miliar di 2019 menjadi Rp1.922,2 miliar di 2020.

    Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penyewaan menara sehingga rasio penyewaan menara meningkat dari sebelumnya 1,75x di 2019 menjadi 1,89x di 2020.

     



    "Hal ini sejalan dengan kebijakan strategis perseroan untuk berfokus memaksimalkan aset perseroan," ujar Direktur Utama SUPR Nobel Tanihaha dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 Juni 2021.

    Pendapatan usaha SUPR terutama berasal dari penyewaan infrastruktur milik Perseroan yang terdiri dari penyewaan menara telekomunikasi, penyewaan infrastruktur penguat sinyal di gedung-gedung, dan juga penyewaan dan pemakaian kapasitas infrastruktur jaringan kabel serat optik.

    Sekitar 86,5 persen pendapatan perseroan pada 2020 tercatat berasal dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT XL Axiata Tbk, PT Hutchison 3 Indonesia, Telkom Group (termasuk PT Telkom Tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Dayamitra Telekomunikasi), dan PT Indosat Tbk.

    "Pendapatan usaha perseroan terutama berasal dari penyewaan infrastruktur milik Perseroan yang terdiri dari penyewaan menara telekomunikasi, penyewaan infrastruktur penguat sinyal di gedung-gedung, dan juga penyewaan dan pemakaian kapasitas infrastruktur jaringan kabel serat optik," jelas Nobel.

    Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, SUPR juga mencatatkan penambahan signifikan Laba Tahun Berjalan menjadi sebesar Rp708,8 miliar atau meningkat 210,3 persen jika dibandingkan dengan laba tahun berjalan pada tahun sebelumnya sebesar Rp228,4 miliar.

    Dia mengatakan, di 2020, perkembangan industri yang terdampak pandemi covid-19 justru semakin mendorong kebutuhan akan konektivitas yang dapat diandalkan yang pada akhirnya turut berdampak positif pada pencapaian pertumbuhan penyewaan bersih perseroan menjadi 12.145 atau tumbuh 8,9 persen dari tahun sebelumnya.

    Sementara dari sisi aset, di 2020 tercatat sebesar Rp12.044,7 miliar, atau meningkat sebesar 7,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11.164,8 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap dan kenaikan nilai revaluasi atas aset tetap.

    Saat ini, korporasi yang melakukan penawaran umum saham perdana di 2011 ini telah memiliki aset menara telekomunikasi di seluruh 34 provinsi di Indonesia, yang sebesar 87 persen aset menara telekomunikasi Perseroan terletak di Pulau Jawa dan Sumatra, dua pulau dengan kepadatan penduduk paling tinggi di Indonesia.

    Per 31 Desember 2020, perseroan tercatat memiliki 6.422 menara dengan 12.145 penyewaan dengan rasio penyewaan menara sebesar 1,89x. Selain itu, Perseroan juga memiliki 38 jaringan Indoor DAS serta mengoperasikan 6.277 km panjang jaringan kabel serat optik di seluruh Indonesia, termasuk yang melalui kerja sama dengan PT Indonesia Comnets Plus.

    "Kinerja positif di 2020 tentunya menjadi modal besar dari rencana korporasi kedepan untuk terus melakukan inovasi serta mengembangkan layanan kepada pemangku kepentingan. Terkait rencana pengembangan di 2021, kami proyeksikan kinerja perseroan akan tetap tumbuh positif dengan mentargetkan kenaikan pendapatan dan EBITDA sebesar 8-11 persen," pungkas Nobel.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id