comscore

Mengenal LIBOR, Suku Bunga Acuan Perbankan Global

Husen Miftahudin - 26 November 2021 16:53 WIB
Mengenal LIBOR, Suku Bunga Acuan Perbankan Global
Ilustrasi suku bunga perbankan global - - Foto: Medcom
Jakarta: Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) sepakat untuk membentuk National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

Hal ini menyusul rencana penghentian penggunaan suku bunga acuan dari London Interbank Offered Rate (LIBOR) pada akhir tahun ini. Mengutip Investopedia, LIBOR merupakan suku bunga acuan dimana bank-bank besar dunia saling meminjamkan di pasar antarbank internasional untuk pinjaman jangka pendek.

 



LIBOR berfungsi sebagai suku bunga acuan utama yang menunjukkan biaya pinjaman antarbank. Suku bunga rata-rata LIBOR sendiri dihitung dari biaya meminjam (cost of funds) dana jangka pendek tanpa agunan (unsecured) yang harus dibayar bank anggota asosiasi perbankan Inggris untuk memperoleh dana jangka pendek dari bank-bank lain.

Setiap hari, bank-bank terpilih ini menyerahkan laporan perkiraan cost of funds masing-masing. Kelompok ini beranggotakan 16 bank raksasa, seperti Barclays, Citibank, JP Morgan, HSBC, dan UBS.

Oleh karena LIBOR menunjukkan biaya yang harus dibayar bank-bank terpercaya di dunia, suku bunga itu merupakan biaya pinjaman terendah yang berlaku.

Suku bunga produk keuangan lain yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga keuangan perusahaan maupun transaksi keuangan yang terjadi antarpihak diukur dengan besarnya selisih di atas LIBOR. Hal ini juga berlaku di Indonesia.

LIBOR juga merupakan dasar untuk pinjaman konsumen di negara-negara di seluruh dunia, sehingga berdampak pada konsumen seperti halnya lembaga keuangan.

Suku bunga pada berbagai produk kredit seperti kartu kredit, kredit mobil, dan hipotek dengan suku bunga yang dapat disesuaikan berfluktuasi berdasarkan suku bunga antarbank. Perubahan suku bunga ini membantu menentukan kemudahan peminjaman antara bank dan konsumen.


Meskipun biaya pinjamannya lebih rendah dan menarik bagi konsumen, hal itu juga memengaruhi pengembalian sekuritas tertentu. Beberapa reksa dana melekat pada LIBOR, sehingga imbal hasil mereka turun karena fluktuasi bunga LIBOR.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id