BI Lebih Optimistis Ketimbang Menkeu soal Proyeksi Rupiah

    Husen Miftahudin - 22 Juni 2020 19:16 WIB
    BI Lebih Optimistis Ketimbang Menkeu soal Proyeksi Rupiah
    Iilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo lebih optimistis ketimbang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terhadap proyeksi nilai tukar rupiah di tahun depan.

    Bank sentral memprediksi mata uang Garuda di 2021 akan berada dalam kisaran Rp13.700 sampai Rp14.300 per USD. Sementara Sri Mulyani meramal rupiah di 2021 berada di Rp14.900 hingga Rp15.300 per USD.

    Perry menjelaskan nilai tukar rupiah di tahun depan ditopang oleh tingginya imbal hasil aset keuangan domestik, kepercayaan investor yang membaik, serta menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pandemi covid-19.

    "Potensi penguatan rupiah didukung rendahnya inflasi, turunnya CAD (Current Account Deficit atau defisit transaksi berjalan), imbal hasil aset keuangan domestik yang tinggi, dan membaiknya premi risiko di global dan Indonesia," ujar Perry dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

    Di samping itu Perry juga mengklaim bahwa nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue sehingga berpotensi untuk terus menguat. Selain itu, prospek Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) juga tetap baik.

    "Dengan pertimbangan tersebut rata-rata nilai tukar rupiah 2020 di kisaran Rp14.000 sampai Rp14.600 per USD dan akan menguat di 2021 pada kisaran Rp13.700 sampai Rp14.300 per USD," beber Perry.

    Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengaku mengubah proyeksi nilai tukar rupiah dalam Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2021. Nilai tukar rupiah diprediksi lebih menguat dari proyeksi sebelumnya.

    Nilai tukar rupiah dalam KEM PPKF diproyeksi menjadi Rp14.900 hingga Rp15.300 per USD. Proyeksi ini direvisi lebih rendah dari Rp14.900 hingga Rp15.500 per USD. Penguatan rupiah diprediksi karena volatilitas di pasar keuangan yang lebih rendah.

    "Untuk nilai tukar biasanya relay, BI memiliki proyeksi nilai tukar yang lebih menguat untuk rupiah kita untuk tahun ini atau 2021," tutur Sri Mulyani. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id