LPEI Berharap Penjaminan Pemerintah Dorong Kredit Korporasi

    Eko Nordiansyah - 29 Juli 2020 15:13 WIB
    LPEI Berharap Penjaminan Pemerintah Dorong Kredit Korporasi
    Ketua Dewan Direktur LPEI Daniel James Rompas - - Foto: Medcom/ Eko Nordiansyah
    Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapatkan mandat untuk melaksanakan penjaminan pemerintah kepada pelaku usaha korporasi. Penjaminan ini diharapkan mendorong kredit modal kerja dari perbankan kepada korporasi.

    Ketua Dewan Direktur LPEI Daniel James Rompas mengatakan saat ini bank masih agak ragu untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha. Sementara sektor korporasi juga masih tertekan akibat pandemi covid-19, sehingga bisnisnya mengalami gangguan.

    "Di sini memang fungsi dari pemerintah sebagai akselerator daripada kredit tersebut akan membuat perbankan lebih berani dalam memberikan fasilitas kepada debitur-debitur atau nasabah-nasabah yang terkena covid," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

    Skema penjaminan kredit modal kerja kepada korporasi akan diberikan dengan plafon Rp10 miliar hingga Rp1 triliun. Modal kerja tersebut ditargetkan menciptakan Rp100 triliun kredit modal kerja sampai dengan 2021.

    Daniel menambahkan korporasi yang bisa mendapatkan penjaminan adalah mereka yang selama ini sudah menjadi debitur di bank. Selain itu, para debitur juga memiliki riwayat kredit yang baik serta terimbas pandemi covid-19.

    "Sebelum covid ini adalah nasabah yang baik dan lancar, karena covid mereka mengalami masalah dalam hal penjualan atau pendapatan bahan baku atau kinerja yang menurun. Untuk meningkatkan kinerja tersebut perbankan diharapkan memberikan tambahan modal kerja," jelas dia.

    Meski demikian, bank tetap akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan tambahan modal kerja bagi korporasi. Perbankan diminta melakukan evaluasi terhadap korporasi yang dinilai memberikan dukungan terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.

    "Setelah perbankan melakukan evaluasi dan perbankan ini layak untuk diberikan tambahan modal kerja maka LPEI datang sebagai special mission vehicle pemerintah untuk memberikan enhancement kredit artinya memberikan penguatan kepada perbankan bahwa kredit tersebut turut juga dijamin risikonya, ditanggung pemerintah melalui LPEI," ungkapnya.

    Dalam skema penjaminan kredit modal kerja korporasi, porsi penjaminan sebesar 60 persen dari kredit. Namun porsi jaminan untuk sektor-sektor prioritas mencapai 80 persen dari kredit.

    Sektor prioritas tersebut antara lain pariwisata yakni hotel dan restoran, otomotif, tekstil dan produk tekstil dan alas kaki, elektronik, kayu olahan, furnitur, dan produk kertas, serta sektor usaha lainnya yang memenuhi kriteria terdampak covid-19 sangat berat, padat karya dan/atau memiliki dampak multiplier tinggi serta mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan.

    Adapun pemerintah menanggung pembayaran imbal jasa penjaminan sebesar 100 persen atas kredit modal kerja sampai dengan Rp300 miliar dan 50 persen dengan plafon Rp300 miliar sampai Rp1 triliun.

    Skema penjaminan direncanakan berlangsung hingga akhir 2021 dan diharapkan dapat menjamin total kredit modal kerja yang disalurkan perbankan hingga Rp100 triliun.

    Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2019 dan/atau padat karya sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16 Tahun 2020, fasilitas penjaminan kredit modal kerja korporasi ditujukan kepada pelaku usaha korporasi yang memiliki usaha berorientasi ekspor dan/atau padat karya yang memiliki minimal 300 karyawan.

    Terdapat 15 bank yang akan memanfaatkan fasilitas ini, yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia, dan PT Bank Maybank Indonesia.
     
    Kemudian PT Bank Resona Perdania Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank DKI, dan Bank MUFG Ltd.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id