comscore

BI Gandeng K/L dan Asosiasi untuk Akselerasi Transaksi Mata Uang Lokal

Eko Nordiansyah - 28 Mei 2022 10:59 WIB
BI Gandeng K/L dan Asosiasi untuk Akselerasi Transaksi Mata Uang Lokal
BI bersama K/L dan asosiasi membentuk membentuk Gugus Tugas Nasional LCS. Foto: dok Bank Indonesia.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) bersama dengan pemerintah, lembaga, dan sejumlah asosiasi membentuk Gugus Tugas (Task Force) Nasional Local Currency Settlement (LCS). Gugus Tugas tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mengakselerasi pengembangan transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau LCS.
 
Pengembangan transaksi LCS yang diterapkan sejak 2018, telah merangkul beberapa negara untuk kerja sama yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok. Kontribusi keempat negara tersebut mendorong tren pertumbuhan LCS yang positif di pasar keuangan, mencapai USD868 juta pada kuartal I-2022.
 
"Pentingnya upaya perluasan LCS dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan mata uang utama sehingga menciptakan diversifikasi mata uang yang pada akhirnya dapat meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Mei 2022.
 
Lebih lanjut, Erwin menambahkan, LCS juga bermanfaat bagi dunia usaha dalam memberikan natural hedge untuk melindungi dari eksposur nilai tukar, menciptakan biaya transaksi yang lebih murah dan efisien melalui direct rate, serta transfer dana yang lebih cepat.
 
Adapun rangkaian program Gugus Tugas Nasional LCS tersebut terdiri dari sosialisasi targeted untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bagi pelaku usaha, melakukan reformasi regulasi dengan menciptakan aturan-aturan yang akomodatif, serta mendorong terobosan-terobosan dalam bentuk insentif, fasilitasi, maupun percepatan layanan yang mendukung LCS.
 
"Pembentukan Gugus Tugas Nasional LCS merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mengembangkan, mengakselerasi, dan memperluas pemanfaatan LCS guna mendukung stabilitas sistem keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.
 
Hal ini sebagaimana tertuang dalam UU No. 2 tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 26 PP No.23 tahun 2020 tentang program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang menyebutkan LCS merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan untuk mendukung PEN.
 
Kementerian yang terlibat dalam Gugus Tugas Nasional LCS ini antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan.
 
Selain itu, ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta Asosiasi Bank Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) yang ditunjuk otoritas kedua negara untuk memfasilitasi pelaksanaan LCS.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id