comscore

Pilih Dana Darurat atau Darurat Dana?

Annisa ayu artanti, Angga Bratadharma - 20 Januari 2022 13:06 WIB
Pilih Dana Darurat atau Darurat Dana?
Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.
Jakarta: Idealnya, penting memiliki dana darurat bagi para pekerja. Hal ini akan sangat berguna bagi mereka ketika kehilangan pekerjaan atau saat pandemi sekarang ini.

Dana darurat merupakan salah satu hal yang disiapkan untuk menghadapi situasi genting, sehingga harus selalu dicek kesiapannya. Namun, banyak yang masih menganggap dana darurat berupa tabungan. Padahal, keduanya berbeda.

 



Tapi faktanya, banyak orang belum bisa memenuhi kebutuhan dana darurat mereka. Alasannya bermacam-macam, mulai dari gaji kecil, skala prioritas terhadap kebutuhan sehari-harinya, hingga banyak yang menganggap dana darurat tidak terlalu penting.

Beda dana darurat dan tabungan

CEO ZAP Financial Prita Hapsari Ghozie menjelaskan, banyak orang salah kaprah terhadap dana darurat dan tabungan. Keduanya adalah bukan hal yang sama. Tabungan lebih kepada pengumpulan uang untuk suatu tujuan, sedangkan dana darurat lebih bersifat pencadangan.

Prita menambahkan, dana darurat merupakan salah satu yang disiapkan untuk menghadapi situasi genting sehingga harus selalu dicek kesiapannya. Dia menjelaskan, dana darurat ideal di masa resesi adalah 12 kali pengeluaran bulanan.

Selain memiliki dana darurat dan tabungan, masyarakat juga bisa memiliki asuransi kesehatan, dana pendidikan anak, persiapan dana pensiun. Serta berinvestasi seperti tabungan, deposito, reksa dana, dan saham.

Berapa dana darurat ideal?

Perencana Keuangan Melvin Mumpuni mengatakan, dana darurat akan sangat berguna bagi kehidupan seseorang, apalagi di saat pandemi covid-19. Mempunyai dana darurat setidaknya bisa membuat hati tenang ketika penghasilan sedikit terganggu.

Berikut perhitungan dana darurat ideal:

  1. Single atau belum menikah adalah enam kali pengeluaran.
  2. Berkeluarga sembilan kali pengeluaran.
  3. Sudah berkeluarga dan mempunyai anak adalah 12 kali pengeluaran.
"Misal pengeluarannya Rp10 juta per bulan. Maka yang single enam kali Rp10 juta, maka Rp60 juta untuk dana darurat. Yang sudah menikah sembilan kali Rp10 juta maka Rp90 juta untuk dana darurat. Dana daruratnya terserah apakah di deposito, logam mulia, atau di reksa dana pasar uang. Bebas," tuturnya.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id