comscore

LPS Dukung Digitalisasi Pengelolaan Bisnis bagi BPR/BPRS

Eko Nordiansyah - 09 Juni 2022 17:09 WIB
LPS Dukung Digitalisasi Pengelolaan Bisnis bagi BPR/BPRS
LPS. Foto : MI.
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) untuk bertransformasi menuju digital demi peningkatan kualitas pengelolaan bisnis bank. Terlebih pandemi memberi peluang seluruh sektor beralih ke digital.

"Momen pascapandemi dapat dimanfaatkan oleh BPR/BPRS untuk melakukan transformasi bisnis dari yang semula dilakukan manual menuju digital sehingga pelayanan kepada nasabah menjadi lebih optimal," ujar Penasehat Pratama Pusat Diklat LPS, Budi Joyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 9 Juni 2022.
Ia juga menjelaskan dukungan LPS terhadap industri BPR/BPRS telah dilakukan secara rutin. Misalnya pada tahun lalu, LPS mengadakan pelatihan untuk Komisaris dan Direksi BPR seluruh Indonesia agar mengelola bisnisnya secara prudent.

"Dan salah satunya mengarah kepada kepatuhan bank atau bagaimana mengelola BPR secara prudent, pelatihan pun berjalan lancar dan semoga dapat menjadi pedoman bagi para peserta," ungkapnya.

LPS turut mensosialisasikan Syarat Penjaminan 3T yang terdiri dari Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat Bunga Penjaminan tidak melebihi LPS, dan nasabah tidak melakukan Tindakan yang merugikan bank, seperti memiliki kredit macet.

Selain itu juga disosialisasikan mengenai komitmen LPS untuk lebih melayani masyarakat, salah satunya membantu nasabah mengetahui syarat penjaminan simpanan yaitu dengan menghadirkan simulasi Kalkulator LPS.

Kehadiran kalkulator 3T LPS ini membantu masyarakat agar lebih memahami syarat-syarat penjaminan. Simulasi Kalkulator 3T LPS bisa diakses secara mudah, kapan, dan di mana saja melalui laman resmi LPS.
 
Dengan adanya inovasi ini maka apabila suatu bank terpaksa dilikuidasi, maka simpanan nasabah tetap bisa dibayarkan LPS karena simpanan mereka telah sesuai syarat 3T.

Ketua Perbarindo DPD Jateng Dedi Sumarsana mengatakan, adanya program digitalisasi ini diharapkan UMKM binaan BPR-BPRS dapat bertransformasi dengan memanfaat teknologi dalam pengelolaan keuangan, memantau cashflow usaha ataupun pengembangan penjualan secara digital sehingga dapat memperoleh manfaat yang optimal.

Target pelaksanaan kegiatan digitalisasi operasional BPR-BPRS terdapat di enam wilayah Perbarindo di Jawa Tengah mencakup seluruh BPR-BPRS yang ada di Jawa Tengah sebanyak 254 BPR-BPRS. Sampai dengan saat ini, baru terlaksana di tiga wilayah, yaitu Perbarindo DPK Tegal pada 23-24 Februari 2022 (30 BPR-BPRS), Perbarindo DPK Pati pada 23-24 Maret 2022 (33 BPR-BPRS).

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id