comscore

Biaya Transfer Makin Murah, BTN Implementasikan BI-Fast

Ade Hapsari Lestarini - 24 Desember 2021 17:36 WIB
Biaya Transfer Makin Murah, BTN Implementasikan BI-Fast
Ilustrasi. Foto: dok BTN.
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk langsung (BTN) mengimplementasikan BI-Fast usai dirilis resmi oleh Bank Indonesia (BI).

BI-Fast adalah infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi nontunai. Infrastruktur ini dibangun BI dalam rangka mendukung konsolidasi industri sistem pembayaran nasional dan integrasi ekonomi keuangan digital.
Sebagai bank yang terdepan dalam mendukung pengembangan sistem pembayaran tersebut, BTN menjadi bank peserta BI-Fast di batch pertama. Hal ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah.

"Mulai pekan depan, BI-Fast akan hadir diaplikasi mobile banking BTN karena BTN mendukung BI-Fast yang memiliki banyak fitur unggulan yang sangat bermanfaat, di antaranya transfer antarbank secara real time yaitu 24 jam selama tujuh hari, lebih fleksibel dari sebelumnya yang terbatas jam operasionalnya. Nasabah dapat menggunakan fitur proxy address, nomor rekening nasabah dapat diganti dengan alias berupa nomor ponsel atau e-mail, dan yang terpenting adalah biaya yang lebih murah," kata Direktur Distribution and Retail Funding Jasmin, Jumat, 24 Desember 2021.

Selain fitur tersebut, BI-Fast memiliki fitur seperti fraud detection system dan sistem Anti Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism (AML/CFT), sehingga mendukung keamanan transaksi nasabah.

Biaya transaksi BI-Fast

Sementara itu, terkait biaya transfer, Jasmin menjelaskan biaya transaksi melalui BI-Fast yang dibebankan oleh bank ke nasabah sebesar maksimal Rp2.500 per transaksi jika melakukan transfer ke bank peserta BI-Fast lain. Adapun untuk nominal limit transaksi, BI-Fast melayani transaksi ritel dengan nominal maksimal Rp250 juta per transaksi, lebih besar dibandingkan limit transfer per transaksi via online (internet banking/mobile banking) yang hanya sebesar Rp25 juta.

"Dengan skema tarif yang efisien ini, akan memudahkan nasabah dalam melakukan transfer dengan limit yang besar, limit tersebut jauh di atas transfer online biasa yang maksimal hanya Rp25 juta per transaksi," jelas Jasmin.

Selain menguntungkan nasabah, BI-Fast juga menguntungkan bank karena dengan skema biaya yang murah diharapkan volume transaksi transfer dana melalui BI-Fast akan meningkat, sehingga dapat meningkatkan fee based income bank. Jasmin mencatat, saat ini, BTN melayani transaksi transfer ritel (BI-RTGS dan SKNBI) sebanyak 130 ribu transaksi per bulan. Sedangkan untuk volume transaksi transfer melalui mobile banking rata-rata per bulan adalah 850 ribu.

Jasmin juga mendukung rencana dan kebijakan BI, yakni SKNBI nantinya akan diganti dengan BI-Fast. Dengan digantinya SKNBI (dalam hal ini adalah transfer dana melalui kliring), maka bank dapat memaksimalkan layanan kepada nasabah melalui BI-Fast Payment.

BI-Fast Payment masih akan terus dikembangkan oleh Bank Indonesia, yang diluncurkan pada 2021 ini adalah BI-Fast Payment fase 1. "Pengembangan selanjutnya pada BI-Fast Payment fase 2 dan seterusnya yang akan semakin memperkaya fitur, meningkatkan keamanan bertransaksi serta dengan biaya yang relatif lebih murah. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan kepuasan nasabah dalam bertransaksi dengan BTN," tutup Jasmin.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id