comscore

Aplikasi Neobank Catat Peningkatan Saldo Rekening 2 Kali Lipat di Kuartal IV-2021

Ade Hapsari Lestarini - 26 Januari 2022 21:19 WIB
Aplikasi Neobank Catat Peningkatan Saldo Rekening 2 Kali Lipat di Kuartal IV-2021
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.
Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatatkan beberapa pencapaian positif di kuartal IV-2021. Mulai dari peningkatan jumlah transaksi yang signifikan, jumlah pengguna aktif harian dan bulanan di kuartal IV-2021.

Sejak diluncurkan pada Maret 2021, neobank terus melakukan inovasi secara berkesinambungan, baik itu di sisi produk, fitur, layanan, dan juga untuk meningkatkan keamanan digital. Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan kenaikan kinerja BNC di kuartal IV-2021 juga harus diimbangi dengan kemampuan perseroan untuk melayani jutaan nasabah di saat bersamaan.
"Melalui peningkatan arsitektur database, BNC meningkatkan kapasitas penyimpanan sistem BNC dan kemampuan konkurensi. Hal ini memungkinkan aplikasi neobank untuk beroperasi optimal untuk mendukung puluhan juta akun nasabah dan rata-rata jutaan transaksi per hari, dengan tingkat keberhasilan transaksi lebih dari 99,99 persen," jelas Tjandra, dalam keterangan resminya, Rabu, 26 Januari 2022.

Berbagai capaian ini merupakan hasil peningkatan kinerja yang berkelanjutan dari Bank Neo Commerce untuk menjadikan aplikasi neobank menjadi aplikasi bank digital yang dapat diandalkan.

Capaian tersebut salah satunya yakni jumlah saldo rekening pada neobank terjadi kenaikan hampir dua kali lipat dari jumlah saldo rekening, dari total USD140 juta (Rp2 triliun) di kuartal III menjadi USD264 juta (Rp3,77 triliun) di kuartal IV-2021.

Selain itu, pada kuartal IV-2021, pengguna harian aktif (daily active user/DAU) mencapai 1,8 juta atau meningkat 112 persen dibandingkan kuartal III. Pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) mencapai 4,83 juta atau meningkat 27 persen dibandingkan kuartal III.

Kemudian pertumbuhan nasabah BNC meningkat tajam menjadi 13,3 juta nasabah, dari sebelumnya 8,21 juta atau naik 63 persen dibandingkan kuartal III-2021. Selanjutnya, pengguna yang melakukan transaksi menempati 50 persen lebih dari pengguna aktif pada kuartal IV. Transaksi per nasabah mencapai rata-rata 17,4 kali per bulan alias meningkat sebesar 240 persen dibandingkan kuartal III.

"Jumlah total transaksi tercatat lebih dari 96,86 juta kali transaksi, meningkat 300 persen dibandingkan kuartal III yakni 23,93 juta kali transaksi. Total nilai transaksi di kuartal IV mencapai Rp36,83 triliun atau USD2,54 miliar, meningkat 150 persen dibandingkan kuartal III," ungkapnya.

Sementara itu, dari semua nasabah yang aktif di kuartal IV, 30 persen di antaranya merupakan nasabah tabungan dan deposito. Sementara di kuartal IV, secara rata-rata nasabah melakukan 5,7 kali transaksi menabung atau membuka deposito setiap bulan di aplikasi neobank, meningkat 43 persen dari empay kali transaksi di kuartal III.

"Dengan kata lain, setiap lima hari nasabah melakukan satu kali transaksi menabung atau membuka deposito di aplikasi neobank mereka," tambahnya.

Aplikasi Neobank Catat Peningkatan Saldo Rekening 2 Kali Lipat di Kuartal IV-2021

Kinerja 2022

BNC pada 2022 juga mengusung beberapa program, yakni memperkenalkan lebih banyak produk wealth management untuk memenuhi kebutuhan investasi para nasabahnya, di antaranya reksa dana, saham, asuransi, emas dan produk lainnya. Kemudian menyediakan platform komunikasi yang interaktif di aplikasi neobank dengan memberikan konten-konten investasi dan pengelolaan keuangan untuk nasabah wealth management.

"BNC juga akan meluncurkan digital lending atau fitur kredit secara digital yang akan tersedia di aplikasi neobank pada semester I-2022 dengan target 30 persen dari pengguna aplikasi neobank menjadi nasabah digital lending di akhir tahun," tambahnya.

Pada laporan keuangan BNC per November 2021 mencatatkan kinerja yang baik, total aset tumbuh 56 persen dari Rp5,4 triliun menjadi Rp8,5 triliun dibandingkan Desember 2020. Adapun total penyaluran kredit meningkat 11 persen dari Rp3,7 triliun ke Rp4,1 triliun dibandingkan Desember 2020. Kenaikan aset yang cukup signifikan ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BNC juga semakin besar.

Adapun, NPL gross membaik menjadi 3,3 persen dari 4,05 persen di Desember 2020 (year-to-date/ytd), NIM ratio menjadi 5,9 persen dari 4,03 persen dibandingkan Desember 2020 (year-to-date/ytd) dan Loan to Deposit (LDR) turun ke 55 persen dari 93 persen. Sementara, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 88 persen dari Rp3,9 triliun ke Rp7,4 triliun, dan CASA ratio naik menjadi 20 persen dari 12 persen dibandingkan Desember 2020 (year-to-date/ytd). Dengan peningkatan CASA yang juga terlihat pada peningkatan NIM, menandakan efisiensi operasional bank semakin baik.

BNC juga akan kembali melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) pada semester 1 PMHMETD ini selain untuk memenuhi ketentuan OJK juga untuk operasional BNC selaras dengan perkembangan dan kebutuhan bank atas penerbitan produk-produk baru dan juga perkembangan produk yang telah ada.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id