Positifnya Makroekonomi Bakal Angkat Harga Obligasi Pemerintah RI

    Angga Bratadharma - 06 Mei 2021 21:45 WIB
    Positifnya Makroekonomi Bakal Angkat Harga Obligasi Pemerintah RI
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Faktor makroekonomi yang positif diproyeksikan dapat mengangkat harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya di pasar. Sejauh ini, pemerintah terlihat terus menggenjot laju perekonomian usai terhantam keras oleh pandemi covid-19 di tahun lalu.

    Fixed Income Analyst Mirae Asset Sekuritas Dhian Karyantono memperkirakan hingga Juni harga SBN tenor acuan 10 tahun dapat naik dan menurunkan imbal hasilnya hingga di bawah enam persen pada kuartal III-2021. Saat ini, lanjutnya, harga SBN acuan 10 tahun sudah turun sejak awal tahun dan membuat imbal hasilnya naik hingga di kisaran 6,5 persen.

     



    Pergerakan harga dan imbal hasil obligasi di pasar sekunder saling bertolak belakang, lanjutnya, dan imbal hasil juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibandingkan dengan harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

    Lebih lanjut, Dhian memprediksi kondisi makroekonomi global khususnya yang dipicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat (AS) sempat memicu kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS, menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan menaikkan indikator risiko Indonesia (CDS).

    "Namun, Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat dua hal utama yaitu inflasi domestik yang masih rendah serta terkendalinya defisit neraca berjalan (CAD)," ujar Dhian, dalam sebuah acara virtual, Kamis, 6 Mei 2021.

    Sebelumnya, harga obligasi Pemerintah AS bertenor acuan 10 tahun turun dan sempat membuat imbal hasil nya naik hingga menembus 1,76 persen pada akhir Maret dan saat ini sudah mereda dan berada pada kisaran 1,6 persen. Kondisi itu yang juga memberikan efek terhadap perkasanya dolar AS dan melemahnya mata uang rupiah.

    Dhian mengatakan saat ini harga SBN acuan 10 tahun sudah turun sejak awal tahun dan membuat imbal hasil nya naik sekitar 63 basis poin (bps) sejak awal tahun hingga sekarang di kisaran 6,5 persen. Meski imbal hasil SBN naik, penerbitan obligasi korporasi di dalam negeri relatif meningkat sejak awal tahun.

    Adapun Kenaikan imbal hasil SBN tersebut, tambahnya, masih lebih kecil daripada rerata kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah kategori layak investasi (investment grade) dunia yang naik sebesar 82 bps dan kategori non-investment grade yang rata-rata kenaikannya mencapai 352 bps. Hitungan 100 basis poin (bps) setara dengan satu persen.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id