Gawat! Dana Asing 'Kabur' Rp18,27 Triliun dalam Sepekan

    Husen Miftahudin - 26 Februari 2021 19:29 WIB
    Gawat! Dana Asing 'Kabur' Rp18,27 Triliun dalam Sepekan
    Ilustrasi capital outflow - - Foto: MI/ Rommy Pujianto



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali keluar dari pasar keuangan domestik selama sepekan. Aliran modal asing di pasar keuangan domestik 'kabur' (jual neto/outflow) sebanyak Rp18,27 triliun.

    Capital outflow terjadi imbas penjualan portofolio investasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp19,50 triliun. Sedangkan dana asing di pasar saham justru tercatat masuk ke pasar keuangan domestik sebesar Rp1,23 triliun.






    "Berdasarkan data transaksi 22-25  Februari 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp18,27 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 26 Februari 2021.

    Pada pekan sebelumnya, modal asing di pasar keuangan domestik juga keluar sebanyak Rp3,54 triliun. Walhasil dana-dana asing di pasar keuangan domestik dari awal tahun sampai saat ini hanya tercatat inflow sebesar Rp14,68 triliun (ytd), melorot drastis dari inflow sebanyak Rp36,24 triliun (ytd) di pekan sebelumnya.

    Adapun premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke 70,55 bps per 25 Februari 2021 dari 66,48 bps per 19 Februari 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.

    Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Besarnya dana asing yang minggat dari pasar keuangan domestik itu pun membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tersungkur. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab kinerja mata uang Garuda jeblok dalam beberapa hari terakhir.

    Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah signifikan bila dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.235 per USD. Rupiah melemah hingga 152 poin atau setara 1,08 persen.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.262 per USD. Rupiah melemah drastis hingga 162 poin atau setara 1,15 persen dari Rp14.100 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Begitu pula dengan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.229 per USD atau jeblok sebanyak 125 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.104 per USD.

    Terkait hal tersebut, Bank Indonesia menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Erwin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id