Perbankan Bisa Manfaatkan Penerapan Cloud System untuk Perkuat Bisnis

    Eko Nordiansyah - 18 Februari 2021 16:35 WIB
     Perbankan Bisa Manfaatkan Penerapan <i>Cloud System</i> untuk Perkuat Bisnis
    Cloud Computing. Foto : MI/Arya Manggala.



    Jakarta: Perbankan masih menghadapi kompleksitas operasional yang terpisah-pisah (silo) serta biaya pengelolaan private dan public cloud. Pemanfaatan  teknologi komputasi awan (cloud system) saat ini masih menghadapi tantangan agar dapat berjalan dalam sistem perbankan.

    Executive Vice President IT Strategy and Governance Division BRI Hermanudin mengungkapkan tantangan yang dialami perbankan dalam penerapan teknologi cloud karena perbedaan versi dan jenis pada aplikasi mobile banking yang dimiliki perbankan dengan cloud yang akan diadopsi.




    "Di bank-bank ini aplikasi-aplikasinya masih menggunakan sistem monolitik. Challenge-nya bagaimana kita masuk mengubah aplikasi ini menuju aplikasi cloud ready," kata dia dalam webinar ‘The Importance of Hybrid Cloud Enhancing Banking Services in The New Normal and Digital Era’ di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021.

    Menurutnya, beberapa infrastruktur tambahan juga harus dilengkapi perbankan dalam penerapan cloud pada sistem IT-nya. Dengan begitu, pada kemudian hari perbankan bisa menikmati layanan penyimpanan data yang aman dan nyaman dalam menggunakan sistem IT.

    "Pemanfaatan cloud pada digitalisasi perbankan tak hanya memudahkan nasabah dalam bertransaksi digital, namun juga dapat meningkatkan angka inklusi keuangan nasional," ungkapnya.

    Meski begitu, penerapan cloud system dalam layanan perbankan memang tidak mudah. Menurut Technical Director Nutanix Indonesia Arief Pribadi, ada tiga langkah yang perlu dilalui oleh setiap pelaku industri jasa keuangan untuk mulai menerapkan teknologi cloud dalam layanannya.

    "Langkah pertama adalah mengganti infrastruktur yang lebih digital dan cloud ready terlebih dahulu. Kenapa penting? Karena infrastruktur yang lebih mumpuni dibutuhkan untuk penerapan cloud system," jelas Arief.

    Kedua, mempersiapkan aplikasi yang mampu mengaplikasikan cloud system. Penerapan sistem cloud akan lebih mudah dengan aplikasi perbankan dan finansial yang berbasis teknologi cloud. Ketika aplikasi sudah siap, tahap ketiga adalah penerapan multi-cloud.

    Pelaku industri keuangan bisa mulai memilih vendor-vendor penyedia layanan public cloud yang paling sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan kebutuhan bisnisnya. Sehingga, terjadi efisiensi bisnis dan peningkatan layanan digital pada aplikasi.

    Dengan menerapkan ketiga langkah ini, setiap pelaku industri perbankan dan finansial dapat mulai menerapkan cloud system dalam layanannya. Arief mengungkapkan, pihaknya terus mendukung transformasi digital yang bergerak semakin cepat di tengah pandemi.

    "Kita terus mendukung transformasi digital terutama di industri finansial. Pada prinsipnya, bagi kami teknologi yang baik bukanlah teknologi yang canggih, melainkan teknologi yang dimanfaatkan oleh penggunanya," ujar Arief.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, terdapat 29 bank umum yang telah memanfaatkan layanan cloud dalam menjalankan bisnisnya hingga tahun lalu. Sebagaimana diketahui, layanan cloud sangat beragam, tidak hanya terbatas pada layanan penyimpanan data (storage) saja.

    Senior Executive Analyst Digitalisasi dan Inklusi Keuangan OJK Roberto Akyuwen menilai, dengan digitalisasi tersebut perbankan bisa dengan mudah menjangkau nasabah di daerah. Bahkan perbankan juga bisa menyimpan datanya dengan maksimal.

    "Mereka bekerja mayoritas kecil dan pinggiran kota dan pedesaan sehingga niat kita bisa melakukan perbaikan inklusi keuangan, inilah objek penting digitalisasi," pungkas Roberto.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id