comscore

Bappebti Minta BKDI Lebih Inovatif Kembangkan Kontrak Baru di 2022

Husen Miftahudin - 03 Januari 2022 11:19 WIB
Bappebti Minta BKDI Lebih Inovatif Kembangkan Kontrak Baru di 2022
Perdagangan Bapepti. Foto : MI.
Jakarta: Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana meminta PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) untuk lebih inovatif dalam mengembangkan kontrak-kontrak baru di 2022.

"Hal tersebut untuk menarik para pelaku usaha melakukan hedging dan berinvestasi di bursa berjangka yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan transaksi multilateral di BKDI," ujar Wisnu dalam acara Pembukaan Perdagangan Berjangka Komoditi Tahun 2022 secara virtual, Senin, 3 Januari 2022.
Adapun volume perdagangan BKDI pada periode Januari hingga 20 Desember 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 28 persen dibandingkan periode yang sama 2020. Untuk total volume transaksi multilateral pada periode yang sama tercatat sebesar 699 ribu lot atau senilai Rp174,5 triliun.

Wisnu menjelaskan bahwa kontrak multilateral yang paling banyak ditransaksikan pada periode tersebut adalah produk gold (emas), oil (minyak), dan forex (mata uang). Produk-produk tersebut pun menjadi kontributor utama dalam peningkatan transaksi multilateral di BKDI.

"Transaksi kontrak multilateral untuk produk gold, oil, dan forex menjadi salah satu faktor yang mendukung meningkatnya transaksi multilateral di BKDI dimana volume transaksinya mencatatkan pertumbuhan secara year on year-nya (yoy) hingga 112 persen," bebernya.

Di sisi lain, Bappebti sendiri pada tahun ini akan terus melakukan penguatan infrastruktur fasilitas layanan publik yang lebih terorganisasi. Hal ini dilakukan lewat perpanjangan tangan Bappebti, seperti bursa, pialang, pedagang, asosiasi, serta pelaku industri lainnya.

Wisnu menekankan bahwa industri perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi yang luar biasa. Oleh karena itu, ia meminta agar arah kerja industri harus mengacu pada adaptasi digital dan aksesibilitas yang mumpuni.

"Semoga di tahun baru ini kita dapat terus menjaga semangat kita dalam mengembangkan industri perdagangan berjangka komoditi sebagai alternatif investasi bagi masyarakat dan pelaku pasar di Indonesia, serta sebagai sarana modernisasi perdagangan komoditas-komoditas baru dan unggulan di Indonesia," tutup Wisnu.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id