Uang Beredar di Januari 2021 Capai Rp6.761 Triliun

    Husen Miftahudin - 23 Februari 2021 15:56 WIB
    Uang Beredar di Januari 2021 Capai Rp6.761 Triliun
    Ilustrasi uang beredar - - Foto: dok Shutterstock



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun sedikit melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan uang kuasi.

    "Posisi M2 pada Januari 2021 sebesar Rp6.761,0 triliun atau tumbuh 11,8 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4 persen (yoy)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Selasa, 23 Februari 2021.






    Adapun uang kuasi memiliki pangsa sebesar 73,6 persen terhadap M2 dengan nilai sebesar Rp4.977,4 triliun, melambat dari 10,5 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi 9,7 persen (yoy). Hal ini terutama terjadi pada instrumen simpanan berjangka baik dalam rupiah dan valas seiring dengan tren penurunan suku bunga simpanan.

    Demikian juga pertumbuhan surat berharga selain saham yang tercatat masih melanjutkan tren penurunan, dari minus 10,6 persen (yoy) pada Desember 2020 menjadi minus 20,4 persen (yoy). Ini seiring dengan penurunan kewajiban akseptasi milik korporasi non keuangan dalam rupiah maupun valas.

    "Sementara itu, komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 18,7 persen (yoy) pada Januari 2021, meningkat dari 18,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," urainya.

    Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Januari 2021 dipengaruhi oleh perlambatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat. Pada Januari 2021, pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah sebesar 54,8 persen (yoy), menurun dari capaian bulan sebelumnya sebesar 66,9 persen (yoy).

    "Perlambatan tersebut disebabkan oleh peningkatan kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa simpanan dalam rupiah dan valuta asing," ungkap Erwin.

    Sementara itu, pertumbuhan kredit pada Januari 2021 masih mengalami kontraksi sebesar minus 2,1 persen (yoy), tidak sedalam kontraksi bulan Desember 2020 sebesar minus 2,7 persen (yoy). Perbaikan ini ditopang oleh perbaikan kredit produktif.

    "Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Januari 2021 sebesar 14,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2020 sebesar 13,6 persen (yoy)," tutup Erwin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id