Rupiah Diramal Menguat Hari Ini, tapi...

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 09:47 WIB
    Rupiah Diramal Menguat Hari Ini, tapi...
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) stabil jelang lelang Surat Berharga Surat Negara (SBSN) hari ini. Namun, tetap waspada karena kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) diyakini memengaruhi gerak mata uang Garuda.

    "Membaiknya data-data ekonomi AS diramal masih akan mendorong naiknya imbal balik obligasi Pemerintah AS dan membatasi penguatan rupiah dalam pekan ini," kata Ahmad Mikail, dalam riset hariannya, Selasa, 23 Februari 2021.

    Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago (CFNAI) menunjukkan bahwa konsumsi domestik AS semakin membaik. Sementara itu, jelang lelang SBSN hari ini, diperkirakan bahwa arus modal asing masuk ke pasar obligasi Indonesia akan meningkat dan membantu memperkuat rupiah.

    "Para pelaku pasar masih akan menunggu rilis data pertumbuhan M2 Indonesia Januari 2021 yang diperkirakan naik menjadi 13 persen yoy (Januari: 12,4 persen yoy). Kurs Jisdor diperkirakan stabil hari ini di level Rp14.100 per USD," tuturnya.

    Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat melanjutkan penurunan pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB) dan mencapai posisi terendah terhadap poundsterling Inggris dan dolar Australia. Investor fokus pada janji vaksinasi covid-19 dan prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang dapat mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

    Indeks USD terakhir turun 0,3 persen dalam perdagangan sore di New York menjadi 90,046. Dolar telah mengalami tren turun pada Februari dan sekarang telah menyerahkan semua pemulihan Januarinya dari penurunan hampir tujuh persen pada tahun lalu.

    Kemunduran dolar terbaru datang karena meluasnya keyakinan bahwa AS akan bertindak lebih jauh dari yang diperlukan untuk mendukung ekonomi dengan pengeluaran pemerintah dan kebijakan-kebijakan uang longgar serta berakhir dengan inflasi tinggi dan terlalu banyak utang tambahan.

    Pasar akan mengamati kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell kepada Komite Perbankan Senat pada Selasa waktu setempat, untuk mencari tanda-tanda bahwa Federal Reserve AS mungkin menjadi kurang dovish dan lebih waspada terhadap inflasi.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id