Pengamat: Ironis Kalau RI Tak Punya Bank Syariah Berkelas Dunia

    Husen Miftahudin - 16 Februari 2021 20:00 WIB
    Pengamat: Ironis Kalau RI Tak Punya Bank Syariah Berkelas Dunia
    Perbankan Syariah. Foto : MI/Angga.
    Jakarta: Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Iman Sugema mengapresiasi pembentukan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bila tidak, sungguh ironis lantaran Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

    "Menjadi ironis kalau kita sebagai negara berpenduduk muslim terbesar itu tidak memiliki bank syariah yang cukup recognized di tataran global," ujar Iman dalam diskusi virtual Indef, Selasa, 16 Februari 2021.

    Iman optimistis BSI dapat mendukung Indonesia untuk menjadi salah satu pemain besar ekonomi syariah dunia. Oleh karena itu, ini menjadi saat yang tepat bagi Bank Syariah Indonesia untuk menyusun kekuatan dan memanfaatkan pasar domestik.

    "Tentunya suatu saat ketika sudah kuat di domestic market, maka kita secara otomatis bisa menjadi big player di global," tutur dia.

    Bahkan Iman menyebut entitas baru hasil merger tiga bank syariah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu akan membuat ekonomi Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.

    "Sekarang kan ranking ke 13 atau 14 PDB terbesar, tapi beberapa tahun lagi Indonesia akan masuk top 10 the largest GDP," yakinnya.

    Dia bilang, jika pemerintah tak memanfaatkan kesempatan ini, maka perkembangan ekonomi syariah Indonesia akan tertinggal dibanding negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim lainnya. Bahkan, bisa disusul oleh negara dengan penduduk muslim yang sedikit.

    "Tidak hanya strategis, tapi merupakan kepentingan ekonomi untuk men-develop sebuah syariah market atau Islamic market yang sudah terbentuk natural di Indonesia, daripada dimanfaatkan oleh negara lain," papar Iman.

    Sebelumnya, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, per Desember 2020 BSI memiliki total aset sebesar Rp240 triliun dengan total pembiayaan sebanyak Rp157 triliun. Sementara total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp210 triliun dan total modal inti sebesar Rp22,6 triliun.

    "BSI juga memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang dan 20 ribu karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan itu BSI menjadi bank peringkat ketujuh di Indonesia berdasarkan total aset," ujar Hery dalam Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Istana Negara yang disiarkan secara virtual, Senin, 1 Februari 2021.

    Hery menyadari bahwa tugasnya bukan hanya sekadar menggabungkan tiga bank syariah milik negara. Dalam waktu bersamaan, dirinya juga harus melakukan transformasi seperti perbaikan proses bisnis, penguatan risk management, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) insani, serta penguatan teknologi digital.

    Atas dasar itu, BSI berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, menjadi bank yang modern serta inklusif, dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah.

    "Termasuk terus berupaya untuk menjadi bank yang dipilih nasabah karena memiliki produk yang kompetitif dan layanan yang prima sesuai dengan kebutuhan nasabah," tegas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id