P2P Lending Ini Salurkan Pinjaman Senilai Rp3,1 Triliun

    Husen Miftahudin - 18 Februari 2021 09:34 WIB
    P2P <i>Lending</i> Ini Salurkan Pinjaman Senilai Rp3,1 Triliun
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Aplikasi daring penyelenggara peer to peer (P2P) lending, AdaKami, mencatatkan telah menyalurkan pinjaman sebanyak Rp3,1 triliun sejak awal berdiri. Pinjaman itu disalurkan kepada lebih dari lima juta peminjam terdaftar, 40 persen di antaranya digunakan untuk kepentingan usaha atau capital loan.

    Direktur Utama AdaKami Bernardino M. Vega mengungkapkan 2020 merupakan tahun perjuangan lantaran meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia. Namun demikian, AdaKami terus berupaya untuk lebih banyak berkontribusi memperkecil credit gap antara masyarakat yang masih unbankable menjadi bankable di tahun ini.

    "Melalui pemanfaatan fintech P2P lending, masyarakat yang masih unbankable dapat membangun portofolio yang cukup untuk ke depannya bisa menjadi bankable," tegas Bernardino dalam sebuah diskusi virtual, Rabu, 17 Februari 2021.

    Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company, ada sekitar 92 juta masyarakat dewasa yang termasuk kategori unbanked di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2020 juga melaporkan, jumlah peminjam mencapai lebih dari 40 juta orang atau 136 persen lebih banyak dibanding 2019.

    Terkait jumlah pinjaman yang disalurkan, secara nasional tercatat lebih dari Rp124,4 triliun atau meningkat 96 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi penyelenggara fintech untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat unbanked dan mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

    Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan mengatakan bahwa industri P2P lending hadir untuk masyarakat kecil yang masih unbankable, dan secara pertumbuhan pada 2020, industri ini termasuk yang sangat baik dibandingkan dengan industri lainnya dengan pertumbuhan 26,47 persen (yoy).

    "Dalam hal penyaluran dana pun kontribusinya cukup besar, mencapai Rp262,16 miliar kepada sekitar 45 juta rekening peminjam. Jadi kami sangat menyambut baik peran fintech dalam perekonomian Indonesia terutama di masa pandemi sekarang," tuturnya.

    Namun demikian, Munawar mengakui tantangan industri fintech P2P lending ke depannya cukup banyak. Antara lain untuk meningkatkan kualitas pendanaan ke sektor yang memberi nilai tambah, misalnya pinjaman produktif. Serta menjangkau lebih banyak pengguna di luar pulau Jawa.

    Terkait kondisi ekonomi yang membutuhkan dorongan untuk meningkatkan daya beli dan produksi, OJK terus mendorong para penyelenggara P2P lending agar dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian pinjaman kepada masyarakat, khususnya UMKM.

    "Kontribusi ini antara lain melalui pemberian pinjaman untuk modal usaha atau untuk mendorong daya beli masyarakat agar kondisi ekonomi nasional tetap terjaga," harap Munawar.

    Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menyatakan walaupun relatif baru, potensi fintech P2P lending cukup menjanjikan. Terutama sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM.

    Saat ini, ia berharap agar para penyelenggara P2P lending dapat menawarkan produk yang aman, dan dapat mendorong penyerapan dana pinjaman sebagai modal usaha bagi pelaku ekonomi riil.

    "Ke depannya, P2P lending dapat menjadi alternatif pembiayaan selain bank, mengingat proses persetujuannya yang relatif mudah dan lebih dapat dipenuhi oleh banyak masyarakat Indonesia yang masih berstatus unbankable," tutup Kuseryansyah.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id