Siapkan Pusat Data Fintech Lending, OJK Bakal Fokus Memelototi Pinjol

    Husen Miftahudin - 24 Juni 2021 21:36 WIB
    Siapkan Pusat Data Fintech Lending, OJK Bakal Fokus Memelototi <i>Pinjol</i>
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: MI/ Ramdani



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil). Hal tersebut untuk memperkuat sistem pengawasan fintech lending (pinjaman online/pinjol), sehingga otoritas bisa lebih fokus memelototi pinjol ilegal yang berpotensi melakukan pelanggaran hukum.

    Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi mengungkapkan, pinjaman online ilegal atau rentenir online merupakan 'pekerjaan rumah' bersama yang harus ditertibkan. OJK bersama aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi terus melakukan penyisiran dan penindakan terhadap pinjaman online ilegal.

     



    "Agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal, OJK tengah melakukan upgrading sistem pengawasan, salah satunya dengan membangun Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sistem informasi," ucap Riswinandi dalam keterangan resminya, Kamis, 24 Juni 2021.

    Mengutip instagram terverifikasi @ojkindonesia, terdapat sejumlah manfaat Pusdafil. Pertama, pengawasan pinjaman online dapat dilakukan melalui sistem informasi yang terintegrasi.

    Kedua, transaksi seluruh pinjaman online dapat dimonitor dan diawasi secara langsung oleh OJK. Antara lain terkait limit pinjaman, Tingkat Keberhasilan 90 Hari (TKB 90), dan wilayah penyaluran pinjaman.

    Ketiga, hingga saat ini lebih dari 80 perusahaan pinjaman online legal yang telah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan, telah terkoneksi ke Pusdafil. Sampai saat ini proses integrasi masih terus berjalan.

    Terkait hal tersebut, kebijakan OJK pada pinjaman online adalah, melakukan moratorium pendaftaran pinjaman online untuk memastikan agar fintech yang telah terdaftar memiliki reputasi yang baik dan didukung dengan pengelolaan yang profesional.

    Kemudian, melakukan review sekaligus pembaharuan pada POJK 77/2016 mengenai pinjaman online. Beberapa hal disesuaikan dengan perkembangan industri fintech lending baik dari ketentuan permodalan, governance, manajemen risiko, serta perizinan dan kelembagaan.

    Selanjutnya, meningkatkan edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai fintech lending yang terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan.

    "Pastikan hanya menggunakan pinjaman online yang legal. Cek legalitas izinnya ke Kontak OJK 157 @kontak157, Whatsapp 081 157 157 157, email [email protected], dan cek daftar pinjol ilegal melalui bit.ly/daftarfintechlendingOJK," pungkas OJK.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id