comscore

Reksa Dana Campuran Berpotensi Jadi Pilihan Absolut di Masa Pandemi

Antara - 20 Agustus 2021 21:46 WIB
Reksa Dana Campuran Berpotensi Jadi Pilihan Absolut di Masa Pandemi
Ilustrasi. Foto : Medcom.id
Jakarta: Direktur Utama Trimegah Asset Management Antony Dirga mengatakan reksa dana campuran berpotensi menjadi instrumen investasi yang absolut di masa pandemi, dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif.

"Komposisi reksa dana campuran yang tidak mengharuskan minimum investasi pada saham sebesar 80 persen menjadikan investasi terselamatkan karena bersifat fleksibel dan adaptif," katanya, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Agustus 2021.
Kondisi ekonomi terkait pandemi selama dua tahun terakhir ini memperpanjang konsolidasi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga sudah empat tahun lamanya tidak bergerak ke mana-mana.

"Stabil di satu sisi. Cuma indeks saham yang kita harapkan rata-rata naik per tahun ternyata malah stagnan. Indeks LQ45 malah lebih parah, delapan tahun tidak ke mana-mana," kata Antony.

Kondisi tersebut, menurut Antony, membuat fund manager atau manajer investasi tertantang untuk memilih instrumen investasi lebih cermat dan mengalahkan pasar.

Di Trimegah AM, menurut dia, perspektif lama yang selalu mengacu pada indeks tertentu kemudian diubah, dan timbul ide untuk melebarkan dan mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Langkah yang diambil adalah dengan mengambil platform paling fleksibel yang diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu reksa dana campuran.

"Campuran boleh satu hingga 79 persen per tipe instrumen, bebas bergerak, fleksibel dan adaptif. Itu dimungkinkan untuk menghadapi market yang volatile, hadirlah reksa dana campuran Trimegah Balanced Absolute Strategy (Bastra)," ujar Antony.

Bastra diluncurkan 2,5 tahun yang lalu. Sejak Bastra dikeluarkan, kinerja IHSG secara kumulatif dalam kondisi minus hampir lima persen.

Namun, lanjutnya, Bastra menghasilkan kinerja kumulatif 59 persen plus, hampir 60 persen. Ketika IHSG tidak bergerak, Bastra justru mampu menelurkan kinerja yang cukup baik.

Menurut Antony, di Bastra, manajer investasi Trimegah fokus acuannya mengalahkan suku bunga deposito plus lima persen dan bukan mengalahkan IHSG atau LQ45 seperti umumnya reksa dana saham.

"Ketika kami fokus mengalahkan misal IHSG, kalau IHSG negatif minus 37, kami minus 20, maka kami sudah mengalahkan IHSG, akan tapi investor tetap tidak senang karena investor maunya return yang absolut, maunya positif. Perspektif ini yang berbeda di Bastra, kami ganti objective-nya untuk mengalahkan suku bunga deposito plus lima persen. Nah ternyata menarik, dan hasilnya berbeda," kata Antony.

Ia menyebutkan pada 2020 kinerja Bastra positif 22,9 persen, sementara IHSG minus 5,1 persen. Hal itu terjadi karena manajer investasi Trimegah AM dapat bermanuver dengan fleksibel dan berhasil mengantisipasi situasi covid-19 yang akan semakin parah di awal-awal masa pandemi terjadi.


(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id