Kinerja BTN On Track di Tengah Pandemi

    Ade Hapsari Lestarini - 08 Mei 2020 16:05 WIB
    Kinerja BTN <i>On Track</i> di Tengah Pandemi
    Direktur Utama BTN Pahala N Mansury. Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat kinerja perseroan triwulan I masih tetap baik dan sesuai jalur di tengah pandemi covid-19 yang memukul sejumlah sektor ekonomi.

    "BTN masih optimistis bisnis di sejumlah industri ada yang masih bertumbuh. Pada industri yang masih berpeluang untuk bertahan dan tumbuh tersebut, BTN akan ikut andil menyokong pertumbuhannya agar laju ekonomi tetap berjalan," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.

    Perbankan memegang peranan cukup besar dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap bertahan dalam pandemi covid-19. Oleh karena itu, menurutnya, perbankan perlu melakukan inovasi layanan jasa keuangan agar dapat terus memfasilitasi masyarakat dalam mengakses jasa keuangan dari perbankan.

    "Agar hal tersebut dapat optimal dilakukan perbankan, maka bank harus sehat dan berkinerja baik. Alhamdulillah sampai dengan saat ini bisnis BTN masih berjalan baik," katanya.

    Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan kredit BTN yang masih tumbuh sekitar 4,59 persen atau telah menyalurkan kredit sampai dengan triwulan I-2020 sekitar Rp253,25 triliun. Selain rasio-rasio keuangan perseroan juga masih terjaga baik. Adapun kinerja perseroan secara umum akan diumumkan perseroan pada Minggu kedua Mei 2020.

    Dia menambahkan bahwa rasio cadangan terhadap non performing loan (NPL) meningkat dan sekarang sudah di atas 100 persen, sehingga mengurangi pengaruh volatilitas ekonomi ke laba dan juga permodalan.

    Kinerja perseroan yang masih terjaga ini, menurut Pahala, karena perseroan senantiasa menjaga kualitas kredit dan penguatan cadangan perseroan terutama pada masa pandemi covid-19. Dengan likuiditas yang mencukupi, perseroan masih konsisten menjalankan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencatatkan pertumbuhan kredit yang posisif pada kuartal I-2020.

    Likuiditas yang cukup dan terjaga, menjadi kunci perbankan agar tetap menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ekonomi agar tetap produktif. Pahala merinci, sampai dengan Maret 2020, rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) bank yang dipimpinnya masih dapat dijaga pada tingkat 137,9 persen jauh di atas ambang yang ditetapkan regulator yaitu 100 persen.

    "Sesuai ketentuan regulasi, kami sudah menyiapkan cadangan terutama untuk mengantisipasi  dampak pandemi covid-19 yang tidak tahu akan berakhir sampai kapan dan saat ini coverage ratio terjaga di atas 100 persen," kata Pahala.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id