Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit Rp58 Triliun Selama Pandemi

    Annisa ayu artanti - 29 Mei 2020 19:02 WIB
    Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit Rp58 Triliun Selama Pandemi
    Ilustrasi Bank Mandiri - - Foto: MI/ Adam Dwi
    Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk melakukan restrukturisasi kredit kepada lebih dari 300 ribu debitur dengan nilai Rp58 triliun selama pandemi covid-19.

    Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan menjelaskan sebagian besar debitur tersebut merupakan pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggunakan skema penundaan pembayaran cicilan pokok dan bunga.

    "Hingga akhir April 2020, Bank Mandiri telah menyetujui restrukturisasi kredit secara efektif kepada lebih dari 300 ribu debitur terdampak covid-19 dengan nilai baki debet mencapai sekitar Rp58 triliun," sebut Rully di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2020.

    Menurutnya sesuai mandat Peraturan OJK nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan surat OJK tanggal 27 Mei 2020, Bank Mandiri telah menyusun kebijakan internal untuk mempercepat proses persetujuan restukturisasi, serta melakukan proses pelaporan secara khusus.

    "Kami juga menyambut baik beberapa pelonggaran ketentuan perbankan, khususnya terkait aturan kecukupan modal yang disampaikan dalam Surat OJK kemarin karena akan memberikan ruang likuiditas dan permodalan perbankan sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pandemi covid-19," jelasnya.

    Ia menambahkan Bank Mandiri masih memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan baik di jangka pendek maupun jangka panjang. Antara lain ditunjukkan oleh Rasio Kecukupan Likuiditas atau Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) yang masing-masing berada di kisaran 170 persen dan 112 persen.

    "Dengan realisasi LCR dan NSFR yang tinggi tersebut, penyesuaian kewajiban pemenuhan LCR dan NSFR menjadi 85 persen memberikan kelonggaran likuiditas yang lebih banyak bagi Bank Mandiri untuk pemanfaatan aset likuid yang tersedia," tuturnya.

    Rully menambahkan perbankan pelat merah ini akan mampu menjaga performa kredit macet (non performing loan/NPL) sesuai yang tercantum dalam rencana bisnis bank (RBB) sebesar 2,5 persen.

    "Harapannya NPL kita masih sesuai. Proyeksi bisa terjelek, tapi masih terjaga," tukasnya.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id