IHSG Belum akan Pulih hingga Akhir Tahun

    Annisa ayu artanti - 16 Juli 2020 13:38 WIB
    IHSG Belum akan Pulih hingga Akhir Tahun
    Ilustrasi IHSG - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi sulit untuk pulih tahun ini. Pasalnya, investor masih enggan menaruh uang di pasar modal melihat kondisi ekonomi yang masih bergejolak akibat pandemi covid-19.

    Berdasarkan riset Lifepal.co.id, pertumbuhan rata-rata jumlah kasus covid-19 di Indonesia semakin bertambah sehingga memicu ketidakpastian ekonomi di Tanah Air.

    "Besar kemungkinan ini akan menjadi penyebab mengapa investor enggan menaruh uang di pasar modal. Imbasnya, pemulihan IHSG pun berjalan amat lambat ketimbang indeks bursa di negara-negara ASEAN lainnya," jelas tim riset yang dikutip Medcom.id, Kamis, 16 Juli 2020.

    Tim riset menilai upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk mempertahankan posisi ekonomi Indonesia belum optimal. Di antaranya pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin agar mendorong masyarakat melakukan konsumsi. Termasuk mengucurkan dana sebesar Rp22,95 triliun dengan relaksasi pajak untuk dunia usaha dan karyawan.


    Adapun pada kuartal I-2020, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,97 persen atau terendah sejak 2001. Sementara itu, kontraksi atau pertumbuhan negatif diprediksikan akan terjadi di kuartal II-2020.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pernah mengatakan hingga akhir 2020, pemulihan ekonomi Indonesia hanya berkisar antara 40 hingga 60 persen. Pemulihan ekonomi secara menyeluruh dipastikan baru akan berlangsung pada kuartal I-2022.

    Bursa Malaysia dalam Kondisi Sehat


    Tim riset mengatakan bursa Malaysia merupakan satu-satunya bursa saham di Asia Tenggara yang pulih dari koreksi tajam imbas pandemi covid-19. Terhitung sejak Januari 2020 hingga 13 Juli 2020, kinerja bursa Malaysia tercatat positif satu persen. Sementara IHSG hingga 13 Juli pergerakannya minus 19,46 persen.

    Pada akhir pekan ke 28 tahun 2020, investor asing mulai mengurangi penjualan di pasar saham Negeri Jiran. Malaysia juga sempat mendapat pujian soal penanganan kasus covid-19.

    Malaysia telah melakukan langkah preventif, antisipatif, dan kuratif dalam melawan pandemi dengan mekanisme Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).


    PKP juga didukung dengan landasan hukum yang jelas yakni Akta Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Berjangkit 1988 dan Akta Polis 1967. Jika dilanggar, hukumannya enam bulan penjara atau denda 1.000 ringgit Malaysia. 

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id