Program Pemulihan Ekonomi Belum Berhasil Kerek Rupiah

    Husen Miftahudin - 28 Juli 2020 18:39 WIB
    Program Pemulihan Ekonomi Belum Berhasil Kerek Rupiah
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai investor menunggu langkah percepatan pemerintah terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional imbas pandemi covid-19. Program pemulihan ekonomi yang digulirkan pemerintah belum berhasik mengerek nilai tukar rupiah yang stagnan pada perdagangan hari ini.

    Menurut Ibrahim, pemulihan ekonomi nasional sangat tergantung pada penanganan pandemi covid-19 dan aktivitas ekonomi di semester II-2020. Apabila penanganan tersebut efektif dan berjalan seiring dengan pembukaan aktivitas ekonomi, maka ekonomi bisa pulih pada kuartal ketiga dengan pertumbuhan positif antara 0,4 persen hingga satu persen dan kuartal IV-2020 terakselerasi di kisaran dua sampai tiga persen.

    "Kalau skenario ini bisa dijalankan, maka ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun ini akan tetap berada di zona positif dan ketakutan pasar bahwa Indonesia akan menuju jurang resesi akan sirna dengan sendirinya, karena fundamental Indonesia saat ini masih cukup stabil dibandingkan fundamental masa Orde Baru 1998," ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada Medcom.id, Selasa, 28 Juli 2020.

    Untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi, Ibrahim meminta pemerintah harus menggelontorkan stimulus tak terbatas yang dialokasikan khusus di bidang kesehatan, penelitian vaksin covid-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Bantuan Sosial (Bansos) yang sampai saat ini sudah berjalan dan tepat sasaran.

    "Di sisi lain pemerintah optimistis obat penawar akan segera ditemukan dengan melakukan uji coba tahap ketiga di Unpad (Universitas Padjadjaran) dan siap untuk diuji coba. Ini menjadi cara satu-satunya yang bisa menangkal menyebarnya wabah pandemi virus korona di samping jaga jarak dan masyarakat yang harus terus menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah," ungkap dia.

    Dalam penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah stagnan di level Rp14.535 per USD. Adapun rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.455 per USD sampai Rp14.535 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.492 per USD. Rupiah mengalami penguatan signifikan sebanyak 111 poin atau setara 0,76 persen, dari Rp14.604 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sementara berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.543 per USD atau mengalami penguatan sebanyak 62 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.605 per USD.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan berfluktuatif dan ditutup menguat tipis di level Rp14.500 per USD sampai Rp14.570 per USD," pungkas Ibrahim.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id