BI Masih Punya Ruang Turunkan Suku Bunga 50 Bps

    Husen Miftahudin - 19 Mei 2020 13:53 WIB
    BI Masih Punya Ruang Turunkan Suku Bunga 50 Bps
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Usman Iskandar
    Jakarta: Direktur Utama Lembaga Perkembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara mengatakan Bank Indonesia (BI) masih mempunyai ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) hingga 50 basis points (bps).

    Menurut Mirza, pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral bisa saja dilakukan bila melihat tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional saat ini.  Sebab, selisih antara BI rate dengan inflasi (positive real policy rate) menjadi patokan bank sentral untuk menentukan kebijakan moneter bulanannya.

    "BI kalau mau nurunin bunga, pasti melihat masih punya positive real policy rate apa tidak. Karena kalau tidak positif maka dianggap bahwa menanamkan uang di rupiah itu menjadi kurang benefit karena termakan oleh inflasi," jelas Mirza dalam diskusi LPPI secara daring di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

    Bila melihat data-data saat ini, Bank Indonesia bisa memanfaatkannya untuk menurunkan suku bunga acuan. Saat ini BI rate berada di posisi 4,5 persen sedangkan inflasi ada di kisaran 2,5 persen hingga tiga persen.

    "Jika ekonomi masih terus melambat, misal kuartal dua negatif. Kami melihat sekarang dengan positive real policy rate masih ada sekitar 1,5 persen, mungkin BI sebenarnya masih punya ruang menurunkan suku bunga acuan 50 basis poin lagi," tutur Mirza.

    Meski masih ada ruang, Mirza menyebutkan penurunan suku bisa dilakukan bank sentral pada bulan ini atau bulan berikutnya. "Apakah akan digunakan ruang ini sekarang atau akan digunakan nanti bulan Juni atau Juli setelah angka kuartal dua PDB (Produk Domestik Bruto) keluar," ucap Mirza.

    Bank Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 18-19 Mei 2020. Keputusan tersebut utamanya mengumumkan tingkat suku bunga acuan.

    Pada hasil RDG April 2020 lalu, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,5 persen. Kebijakan tersebut diambil bank sentral untuk menjaga stabilitas makroekonomi, sistem keuangan, serta upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak virus korona (covid-19).




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id