Waspada Tawaran Investasi Menggunakan Influencer

    Media Indonesia - 08 September 2020 11:39 WIB
    Waspada Tawaran Investasi Menggunakan <i>Influencer</i>
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk mewaspadai ajakan perusahaan investasi yang menggunakan influencer atau figur dalam memengaruhi calon investor karena berpotensi ilegal.

    "Hati-hati, kalau mau bertanya legal atau ilegal, tanyakan dulu ke OJK," kata anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara dalam webinar Indonesia Millennials Financial Summit, Senin, 7 September 2020.

    Menurut dia, tidak salah mengikuti tren para influencer. Namun, masyarakat termasuk kalangan generasi muda yang berminat memulai investasi tetap berhati-hati karena ada beberapa produk investasi menggunakan foto figur publik.

    Tak jarang, lanjut dia, investasi ilegal itu juga memuat pernyataan-pernyataan dari tokoh publik tersebut sehingga seolah-olah ia memperkenalkan produk investasi yang ternyata bodong.

    Tirta memaparkan beberapa langkah untuk berinvestasi secara aman, di antaranya mengenali kebutuhan dan kemampuan.

    "Kalau ingin sesuatu yang terbaik, itu tidak salah asalkan mampu. Untuk jangka panjang misalnya, investasi emas itu naik terus, tapi jangka pendek itu fluktuasi," imbuhnya.

    Selain itu, Tirta mengimbau masyarakat untuk mengenali produk dan lembaga jasa keuangan yang menawarkan produk investasi itu. Ia menuturkan tingkat pemanfaatan produk atau inklusi keuangan di Indonesia sudah mencapai 76 persen, tetapi tingkat pemahaman atau literasi keuangan masih rendah, yakni 38 persen.

    "Artinya, orang beli produk investasi, menda patkan akses keuangan, tapi dia tidak paham," imbuhnya.

    Langkah aman lainnya, yakni dengan mengenali manfaat dan risiko, tidak hanya dilihat keuntungan karena semua produk investasi memiliki tingkat risiko dari kecil hingga besar.

    "Risiko nol itu investasi di SBN (Surat Berharga Negara) karena yang menerbitkan ialah negara," ujar Tirta.

    Untuk kelompok milenial, ia menyarankan anak muda yang keuangannya masih didukung orangtua, agar menyisihkan sebagian uangnya untuk menabung atau investasi.

    Diingatkannya, menabung dalam bentuk uang bersifat likuid atau mudah dicairkan, tetapi imbal hasilnya rendah.

    Tak hanya dalam bentuk uang, menabung juga bisa dalam bentuk emas yang juga likuid atau bisa dijual setiap saat, serta dalam jangka panjang, tren harganya selalu naik.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id