BI Sudah Beli Rp99,08 Triliun SBN di Pasar Perdana

    Husen Miftahudin - 17 September 2020 16:46 WIB
    BI Sudah Beli Rp99,08 Triliun SBN di Pasar Perdana
    Ilustrasi pembelian Surat Berharga Negara oleh Bank Indonesia - - Foto:MI/ Ramdani
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memegang komitmen dalam skema berbagi beban (burden sharing) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membiayai penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan hingga 15 September 2020, bank sentral sudah membeli SBN di pasar perdana sebanyak Rp99,08 triliun. Pembelian SBN pemerintah oleh bank sentral ini dilakukan dengan menggunakan mekanisme pembelian secara langsung.

    "Pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan public goods dalam APBN oleh Bank Indonesia melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung ini sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 7 Juli 2020," ujar Perry dalam video telekonferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode September 2020 di Jakarta, Kamis, 17 September 2020.

    Dengan komitmen Bank Indonesia dalam pembelian SBN dari pasar perdana tersebut, ungkap Perry, pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional.

    Selain itu, Bank Indonesia juga telah merealisasikan pembagian beban dengan pemerintah untuk pendanaan non public goods yang ditujukan khusus untuk pemulihan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp44,38 triliun.

    "Hal ini juga sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 7 Juli 2020," paparnya.

    Selain itu, Bank Indonesia juga telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 16 April 2020 sebesar Rp48,03 triliun, termasuk di dalamnya melalui skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO), dan Private Placement.

    Perry menegaskan skema burden sharing hanya akan berlangsung di tahun ini. Akan tetapi, Perry juga tak menutup kemungkinan mekanisme pembelian SBN di pasar perdana oleh BI berdasarkan SKB pada 16 April 2020 masih akan berlanjut di tahun depan.


    "Namun dengan catatan dalam hal kapasitas pasar tidak menyerap. Kami menjadi standby buyer atau non competitive bidder. Ini dimungkinkan berlaku di 2021," tutup Perry.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id