comscore

OJK Tekankan Pentingnya Penerapan Market Conduct Sektor Jasa Keuangan

Antara - 07 Juli 2022 13:06 WIB
OJK Tekankan Pentingnya Penerapan <i>Market Conduct</i> Sektor Jasa Keuangan
Ketua DK-OJK Wimboh Santoso. FOTO: OJK
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Wimboh Santoso menekankan pentingnya penerapan perilaku pasar atau market conduct sektor jasa keuangan. Hal itu guna melindungi masyarakat selaku konsumen.

"Penerapan market conduct oleh pelaku sektor jasa keuangan menjadi jawaban atas tantangan tersebut dalam kaitannya dengan perlindungan konsumen sektor jasa keuangan," ujar Wimboh, dalam acara Tatap Muka dengan Direktur Utama di Sektor Jasa Keuangan terkait Penerapan Market Conduct, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Juli 2022.
Di era ekonomi terbuka yang sangat kompetitif sekarang, lanjutnya, imbal hasil instrumen investasi keuangan sangat bergantung kepada besarnya suku bunga yang ditetapkan perbankan sebagai acuan, saat ini suku bunga sedang rendah yang mendorong konsumen mencari berbagai alternatif yang mampu memberikan imbal hasil tinggi, namun juga berisiko tinggi.

"Dalam hal ini lah market conduct menjadi penting agar lembaga jasa keuangan memiliki tanggung jawab atas instrumen keuangan atau investasi yang ditawarkan sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai potensi risiko yang akan muncul di kemudian hari," kata Wimboh.
Baca: Minyak Goreng Curah Kemasan MinyaKita Resmi Diluncurkan, Harganya Cuma Rp14 Ribu/Liter!

Mengacu pada Financial Stability Board, market conduct merupakan tata cara dan perilaku pelaku jasa keuangan dalam mendesain produk atau layanan keuangan dan memasarkannya, serta terkait pula dengan penyampaian informasi, penyusunan perjanjian dengan konsumen, serta penyelesaian dan penanganan sengketa konsumen.

Karena itu, OJK menerbitkan ketentuan yang mengatur implementasi market conduct melalui POJK Nomor 6 Tahun 2022 yang merupakan penyempurnaan regulasi antara lain terkait kewajiban perancangan atau pengujian produk dan layanan keuangan untuk menilai potensi risiko kepada konsumen, serta pelaksanaan tahapan product life cycle sebelum diluncurkan.

"Dalam meningkatkan implementasi market conduct, pelaku jasa keuangan harus memiliki Unit Compliance Market Conduct dan Staf Compliance yang jumlahnya mempertimbangkan size dari lembaga keuangan tersebut, misalnya total aset, jumlah kantor, dan kompleksitas produknya," ujar Wimboh.

Unit tersebut berfungsi melakukan evaluasi pelaksanaan program kepatuhan terhadap prinsip perlindungan konsumen, termasuk diantaranya evaluasi terhadap rekaman video atau suara aktivitas penjualan yang dilakukan oleh agen serta penanganan komplain dari konsumen, serta wajib melaporkan status, hasil pelaksanaan market conduct.

Kemudian penanganan pengaduan konsumen secara rutin termasuk action plan kepada direksi dan diumumkan kepada publik sebagai bentuk transparansi informasi kepada konsumen.


Unit tersebut berada langsung di bawah Direktur Kepatuhan mengingat sebagaimana diatur dalam ketentuan Direktur Kepatuhan merupakan pihak yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan market conduct di masing-masing lembaga jasa keuangan.

"Penerapan ketentuan ini tidak hanya berpihak kepada konsumen namun juga menyeimbangkan kepentingan konsumen dan pelaku jasa keuangan dengan mempertimbangkan cost and benefit analysis. Hasil yang diharapkan adalah jumlah komplain masyarakat atas produk dan layanan keuangan berangsur-angsur menurun seiring dengan implementasinya," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id