Resmikan Kantor Baru, BNI Siap Pertemukan Pengusaha RI dan Korea

    Annisa ayu artanti - 16 April 2021 21:14 WIB
    Resmikan Kantor Baru, BNI Siap Pertemukan Pengusaha RI dan Korea
    Ilustrasi Bank BNI cabang Seoul, Korea Selatan - - Foto: MI/ Moh Irfan



    Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meresmikan kantor baru di Seoul dan Korea Desk sebagai upaya optimalisasi bisnis antara Indonesia dan Korea Selatan.

    Kehadiran kantor baru dan Korea Desk akan menjadikan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) sebagai trade & investment centre dan memperkuat dukungan UMKM Indonesia untuk menembus pasar global.






    Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Erick Thohir mengatakan keberadaan BNI di Seoul memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan sekadar peran ekonominya. Keberadaan BNI di Seoul merupakan salah satu bukti kedekatan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.

    "BNI Seoul ini menjadi salah satu etalase Indonesia di Korea, selain tentunya korps diplomatik kita. Saya berharap BNI Seoul dapat berperan besar dalam memfasilitasi layanan perbankan perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengembangkan usahanya ke pasar Korea Selatan dan juga melayani diaspora," kata Erick dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 April 2021.

    Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan, per 22 Maret 2021 BNI memindahkan kantor KCLN Seoul yang berlokasi Gedung Korea Chamber of Commerce & Industry (KCCI) lantai 2 dan 5, 39 Sejong-daero, Jung-gu, Seoul. Pemindahan lokasi kantor tersebut dilakukan BNI karena lokasi yang lebih strategis dan gedung KCCI secara rutin menyelenggarakan trade and investment forum.

    "KCLN dapat memanfaatkan untuk menggelar business matching serta serta mempertemukan perusahaan dan UMKM Indonesia dengan para trader dan investor di Korea Selatan," jelas Adi.

    Adi mengungkapkan keterikatan hubungan antara Korea Selatan dan Indonesia yang sangat kuat didorong oleh kegiatan investasi dan perdagangan antara keduanya. Korea Selatan merupakan mitra dagang terbesar kelima dengan volume perdagangan mencapai lebih dari USD13,335 juta. Keberadaan BNI di Seoul diproyeksikan akan menangkap lebih besar peluang tersebut.

    "Bagi diaspora Indonesia di Korea Selatan yang memiliki bisnis seperti usaha kuliner maupun impor produk Indonesia, terdapat berita baik karena kami sedang menggarap produk UMKM Diaspora agar bisnis para diaspora tersebut dapat bersaing dengan perusahaan lokal dan menjadi pemain global," imbuh Direktur Treasury Henry Panjaitan.

    Henry melanjutkan, BNI Seoul akan meningkatkan layanan dengan dukungan Korea Desk yang memiliki cakupan layanan cukup luas. Adanya Desk baru ini, BNI menyediakan layanan untuk investor Korea Selatan sejak tahap pre-incorporation dan post-incorporation.

    Dubes RI untuk Korea Selatan Umar Hadi mengatakan, pihaknya selalu memegang prinsip Indonesia Incorporated, yakni semua elemen yaitu Pemerintah, BUMN dan swasta bergerak dalam satu kesatuan langkah.

    "Jika dilihat tren investasi dari Korea Selatan ke Indonesia, kemudian tren ekspor-impor juga, maka sudah sepantasnya operasi BNI ini diperbesar di Korea Selatan. Saya senang ada Korean Desk yang bisa melayani langsung nasabah-nasabah untuk kegiatan-kegiatan transaksi bisnis antara Indonesia dengan Korea Selatan," tukas Umar.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id