OJK Ubah Tata Cara Pelaporan Rencana Bisnis Bank

    Husen Miftahudin - 04 April 2021 17:16 WIB
    OJK Ubah Tata Cara Pelaporan Rencana Bisnis Bank
    Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengubah cakupan, format, dan tata cara pelaporan rencana bisnis bank umum. Ketentuan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 12/SEOJK.03/2021 tentang Rencana Bisnis Bank Umum.

    Beleid anyar Rencana Bisnis Bank ini sebagai pedoman bagi bank umum konvensional dalam menyusun rencana bisnis secara matang, realistis, dan komprehensif sehingga mencerminkan kompleksitas bisnis bank umum dan adaptabilitas dengan perkembangan terkini, sehingga dapat menjadi arah kebijakan serta pengembangan usaha bank umum.






    "Perkembangan ketentuan perbankan terkini menyebabkan perlunya perubahan cakupan, format, dan tata cara pelaporan Rencana Bisnis Bank yang sebelumnya diatur pada SEOJK Nomor 25/SEOJK.03/2016," tulis ringkasan SEOJK Rencana Bisnis Bank Umum yang dikutip Minggu, 4 April 2021.

    Terdapat beberapa penyempurnaan dalam aturan Rencana Bisnis Bank Umum ini. Cakupan pertama terkait dengan penyampaian rencana bisnis, laporan realisasi rencana bisnis, dan laporan pengawasan rencana bisnis secara daring melalui sistem pelaporan OJK (APOLO).

    Kemudian penyesuaian format proyeksi laporan keuangan menjadi mengacu pada laporan bank umum terintegrasi. Lalu penyesuaian format berdasarkan kebutuhan pengawasan terkini, antara lain perubahan rasio dan jenis kegiatan usaha yang menjadi fokus rencana pemberian kredit (berfokus pada sektor dan/atau produk tertentu).

    "Terakhir soal penyesuaian format rencana penerbitan produk dan/atau pelaksanaan aktivitas baru yang menjadi bersifat strategis," papar SEOJK tersebut.

    Mengenai Rencana Bisnis Bank, bank umum juga wajib menyampaikan rencana bisnis, laporan realisasi rencana bisnis, dan laporan pengawasan rencana bisnis dengan cakupan paling sedikit meliputi ringkasan eksekutif, kebijakan dan strategi manajemen, penerapan manajemen risiko dan kinerja bank saat ini, proyeksi laporan keuangan beserta asumsi yang digunakan.

    Selanjutnya memuat tentang proyeksi rasio-rasio dan pos-pos tertentu lainnya, rencana pendanaan, rencana penanaman dana, rencana penyertaan modal, rencana permodalan, rencana pengembangan organisasi dan sumber daya manusia, rencana penerbitan produk dan/atau pelaksanaan aktivitas baru, rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor, serta informasi lainnya.

    "Pada SEOJK Rencana Bisnis Bank ini diatur mengenai pedoman penyusunan rencana bisnis, laporan realisasi rencana bisnis, dan laporan pengawasan rencana bisnis. Adapun cakupan dalam SEOJK ini bersifat minimum sehingga bank umum dapat memperluas cakupan sesuai dengan kebutuhan."

    SEOJK ini juga mengatur batas waktu penyampaian laporan secara daring melalui sistem pelaporan OJK (APOLO). Untuk laporan realisasi rencana bisnis triwulanan, waktu penyampaian diberi batas waktu sampai 30 April 2021. Namun untuk BUK yang sistem antar kantornya belum secara daring dan memiliki lebih dari 100 kantor cabang, diberi batas waktu sampai 15 Mei 2021.

    Kemudian, batas waktu pelaporan laporan pengawasan rencana bisnis untuk periodisasi semesteran, batas waktu penyampaiannya pada Agustus 2021. Sedangkan untuk rencana bisnis tahunan, batas waktunya 30 November 2021.

    Dalam hal bank umum melakukan penyesuaian dan/atau perubahan atas rencana bisnis 2021, bank umum wajib menyampaikan penyesuaian dan/atau perubahan tersebut kepada OJK secara luring dengan format sebagaimana yang digunakan dalam penyusunan rencana bisnis 2021.

    "Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 12/SEOJK.03/2021 tentang Rencana Bisnis Bank Umum ditetapkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana pada 31 Maret 2021," tutup SEOJK tersebut.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id