Perusahaan Teknologi Mulai Aktif Menangkap Peluang di Pasar Modal

    Eko Nordiansyah - 27 Februari 2021 19:07 WIB
    Perusahaan Teknologi Mulai Aktif Menangkap Peluang di Pasar Modal
    Ilustrasi perusahaan teknologi melantai di bursa - - Foto: Medcom



    Jakarta: Sejumlah perusahaan teknologi mulai aktif mencari sumber pendanaan lain melalui initial public offering (IPO) di pasar modal. Total sudah ada 20 perusahaan dari sektor teknologi yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diprediksi akan terus bertambah.
     
    Founder dan Koordinator Indonesia Financial Watch Abraham Runga Mali mengatakan perusahaan digital yang melantai di bursa efek punya potensi besar untuk berkembang. Hal ini juga didukung oleh pengguna teknologi informasi dan internet di Indonesia yang terus meningkat. 
     
    "Menarik dicatat bahwa sebagian besar perusahaan teknologi digital itu aktif memanfaatkan dana di pasar modal, terutama melalui IPO. Saat ini sudah terdapat 20 perusahaan dari sektor teknologi yang mencatatkan sahamnya di BEI," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu, 27 Februari 2021.
     
    Berdasarkan data per 5 Februari 2021 secara year to date indeks IDXTECHNO yang merupakan indeks saham-saham di sektor teknologi menjadi indeks dengan kinerja pertumbuhan terbaik dibandingkan IHSG dan indeks sektoral lainnya. IDXTECHNO tumbuh 108,74 persen, sedangkan IHSG hanya tumbuh 2,89 persen.
     
    Lalu, berdasarkan data BEI pada 11 Februari 2021, sudah terdapat 25 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham di BEI (pipeline) dimana tiga diantaranya merupakan perusahaan dari sektor teknologi. Apabila semua proses berjalan sesuai rencana, tiga perusahaan tersebut diperkirakan dapat tercatat di bursa paling cepat pada kuartal I tahun ini.
     
    "Salah satu yang gencar mempersiapkan diri misalnya Ultra Voucher, yaitu perusahaan berbasis teknologi digital yang tumbuh kurang lebih 100 persen per tahun sejak 2016 dan memiliki cash flow bagus juga fundamental bisnis yang baik. Sepanjang tahun lalu, transaksinya tumbuh hingga 200 persen serta downloader meningkat 50 persen menjadi kurang lebih 190 ribu pengguna," ungkapnya.
     
    Hingga saat ini, Ultra Voucher telah bermitra dengan lebih dari 300 brand ternama dan lebih dari 40 ribu outlet di seluruh Indonesia, mulai dari F&B, department store, lifestyle, e-commerce, hotel & travel, beauty & relaxation, entertainment, accessories & jewelry, bahkan investment. Jumlah ini akan terus tumbuh sejalan dengan proses kesepakatan kerja sama baru.
     
    Menilik sektor digital yang sedang menanjak dan pengelolaan internal yang profesional, Abraham menambahkan, bukan tidak mungkin perusahaan ini akan menambah cerita sukses perusahaan-perusahaan teknologi di sektor ini. Terlebih pandemi memaksa semua orang untuk beralih menggunakan digital.
     
     Apalagi, ketika virus covid-19 masih berkecamuk dan membatasi mobilitas dan pertemuan face to face, model bisnis yang diemban perusahan-perusahaan teknologi, termasuk Ultra Voucher, akan mengkonfirmasi keunggulan model bisnisnya, sekaligus kian mengafirmasi prospek kerjanya," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id