Bos OJK Sebut Keuangan Syariah Kini Sudah Lebih Baik dari Konvensional

    Husen Miftahudin - 19 Januari 2021 11:12 WIB
    Bos OJK Sebut Keuangan Syariah Kini Sudah Lebih Baik dari Konvensional
    Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: Antara/ Nugroho Gumay



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut industri keuangan syariah RI saat ini sudah lebih baik dibandingkan industri keuangan konvensional.

    Hal ini terlihat dari sejumlah indikator, salah satunya aset keuangan syariah (tidak termasuk saham syariah) yang sudah mencapai USD125,31 miliar atau setara Rp1.770,32 triliun.




    "Asetnya (per November 2020) tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 21,48 persen di mana sebelumnya hanya 13,84 persen di 2019 dan juga nominal asetnya itu mencapai Rp1.770,32 triliun," ungkap Wimboh dalam Webinar Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021, Selasa, 19 Januari 2021.

    Total aset keuangan syariah itu terdiri dari industri perbankan syariah yang mencapai USD42 miliar atau setara Rp593,35 triliun dengan market share sebesar 6,43 persen. Kemudian Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah sebesar USD8,01 miliar atau Rp113,16 triliun dengan market share 4,40 persen.


    Lalu terakhir ada industri pasar modal syariah dengan raihan aset sebanyak USD75,30 miliar atau setara Rp1.063,81 triliun dengan market share mencapai 17,50 persen.

    Sedangkan per Desember 2020, pembiayaan Bank Umum Syariah (BUS) mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,5 persen. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan di 2020 yang terkontraksi sebesar minus 2,41 persen.

    Profil risiko keuangan syariah juga mempunyai ketahanan yang cukup baik dengan tingkat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 21,59 persen, tingkat kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) gross 3,13 persen, serta likuiditas atau financing to deposit ratio (FDR) yang terjaga pada tingkat 76,36 persen.

    Tak hanya itu, lanjut Wimboh, keuangan syariah Indonesia pada Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020 mampu duduk di peringkat kedua sebagai Negara Paling Maju dalam Keuangan Islam (Most Developed Countries in Islamic Finance). Sementara dalam laporan Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2020/2021, Indonesia juga mampu menempati urutan keempat dunia untuk sektor Islamic Economy dan peringkat keenam untuk indikator Islamic Finance.

    "Kita tahu ini semua memberikan confidence bahwasanya tetap akan lebih bagus di 2021. Ini semua indikator-indikator yang tentunya bisa memberikan kita bahwa ke depan akan lebih baik lagi dan syariah ekonomi Islam maupun keuangan syariah kita akan menjadi kelas dunia, bisa mengalahkan negara-negara lain. Ini adalah cita-cita yang harus kita pegang teguh," pungkas Wimboh.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id