OJK: Kini Tidak Ada Lagi Bank dengan Modal Inti di Bawah Rp1 Triliun

    Husen Miftahudin - 04 Maret 2021 20:47 WIB
    OJK: Kini Tidak Ada Lagi Bank dengan Modal Inti di Bawah Rp1 Triliun
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: dok MI



    Jakarta:  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak ada lagi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I yang bermodal inti di bawah Rp1 triliun. Ketentuan itu sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

    Dalam ketentuan tersebut, bank dengan modal inti di bawah Rp1 triliun harus memenuhi kewajiban modal minimum minimal Rp1 triliun dengan tenggat akhir Desember 2020. Artinya, secara umum perbankan telah merespons upaya pemenuhan modal inti, baik melalui penambahan modal disetor maupun melakukan konsolidasi.






    "Kita bersyukur sekarang kita sudah tidak mempunyai lagi yang namanya BUKU I, bank yang modal intinya di bawah Rp1 triliun. Jadi kalau zaman dulu kita melakukan konsolidasi dengan market driven, sekarang saya menyatakan bahwa itu harus diubah," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam diskusi virtual, Kamis, 4 Maret 2021.

    Heru mengakui masih ada satu bank tersisa yang masih bermodal inti di bawah Rp1 triliun. Namun bank tersebut tengah dalam proses konsolidasi guna meningkatkan modal intinya, sehingga secara umum tidak ada lagi bank dengan modal inti di bawah Rp1 triliun.

    "Sekarang tinggal satu, tapi itu sedang proses saja. Sehingga kita tentu bersyukur, yang tadinya ada 17 bank yang modal intinya di bawah Rp1 triliun, saat ini sudah semuanya di atas Rp1 triliun," tegas dia.

    Dalam paparannya, selama 2020 hingga Januari 2021, terdapat sebanyak tujuh aksi korporasi konsolidasi. Rinciannya, lima aksi akuisisi bank, satu aksi integrasi dari dua bank), dan satu aksi merger dari tiga bank syariah BUMN.

    Adapun pada 2019, dari total 110 bank yang ada di Indonesia, sebanyak 17 bank di antaranya masuk dalam klasifikasi bank BUKU I. Kemudian sebanyak 61 bank masuk dalam klasifikasi bank BUKU II, 26 bank BUKU III, dan enam bank besar yang masuk dalam kategori BUKU IV.

    Namun, pascaaturan POJK Konsolidasi Bank Umum dikeluarkan pada 16 Maret 2020, maka pada Januari 2021 jumlah bank yang ada di kategori BUKU I tersisa satu bank, 71 bank di BUKU II, 29 bank di BUKU III, dan delapan bank di BUKU IV. Sehingga total ada 109 bank yang beroperasi di Indonesia.

    Heru menjelaskan bahwa pengurangan jumlah bank (satu bank) dari data yang ada pada 2019 dengan Januari 2021, terjadi karena adanya merger Rabobank dengan BCA Syariah. Aksi korporasi ini dilakukan pada Desember 2020.

    Pihaknya juga mendorong industri perbankan untuk berkonsolidasi untuk memenuhi aturan baru Kategori Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI). Sebab berdasarkan POJK Nomor 12/POJK.03/2020, perbankan wajib memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp2 triliun pada 2021.

    Kemudian bank harus memenuhi ketentuan modal inti minimal menjadi Rp3 triliun. Ketentuan tersebut harus terlaksana paling lambat hingga 31 Desember 2020.

    "Konsolidasi harus dilakukan dengan strong handed, makanya kita keluarkan yang namanya modal inti minimum menjadi Rp3 triliun. Nanti kita mengentaskan itu semuanya, minimal menjadi Rp3 triliun. Nanti next step kita seperti itu," pungkas Heru.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id